Peristiwa - Daerah

Ribuan Emak-emak di Probolinggo Tolak Perpanjangan Izin Hiburan Malam

Ribuan Emak-emak di Probolinggo Tolak Perpanjangan Izin Hiburan Malam Aksi damai emak-emak Probolinggo tolak Perpanjangan Izin Hiburan Malam. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Senin, 19 Agustus 2019 - 17:09

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ribuan emak-emak di Kota Probolinggo, Jawa Timur, turun ke jalan. Mereka menggelar aksi damai menolak perpanjangan izin hiburan malam.

Emak-emak yang tergabung dalam ormas Islam itu menuntut Pemkot Probolinggo tegas dalam memberantas hiburan malam. Lantaran dinilai banyak dampak negatif daripada dampak positifnya.

Aksi damai penolakan perpanjangan izin hiburan malam itu, dilakukan sekitar 1.500 emak-emak dan lelaki yang tergabung dalam ormas Islam serta para santri, dii depan gedung Sekretariat Pemkot Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman.

Dengan membawa berbagai macam tulisan, warga kota ini menyuarakan tuntutan agar Pemkot Probolinggo bersikap tegas dalam memberantas praktik hiburan malam yang disinyalir terdapat praktik prostitusi terselubung.

“Banyak dampak negatifnya, dari pada dampak positifnya bagi warga. Saya sebagai guru pengajar, butuh waktu lama dan bertahun tahun untuk membentuk akhlak murid saya. Tapi dengan adanya hiburan malam itu, sekejap saja semua berubah,” terang salah satu warga, Musyarofah, Senin (19/8/2019).

Masih menurut Musyarofah, berdasarkan pengamatannya, para pelaku praktik kemaksiatan dalam hiburan malam karaoke di dua tempat, Pop city dan 888, bukan dari Kota Probolinggo, melainkan warga dari luar kota yang sengaja datang dan menjajakan diri di lokasi hiburan malam tersebut.

Sejauh ini, langkah Pemkot Probolinggo yang tidak memperpanjang izin dua hiburan malam karaoke tersebut, dinilai sudah tepat.

Sementara itu, WaliKkota Hadi Zainal Abidin menyebut, pihaknya akan tetap konsisten dalam menjalankan penutupan hiburan malam di Kota Probolinggo.

“Ini suara rakyat, apalagi ada emak-emak tadi yang sangat peduli, pada keberlangsungan generasi muda. Kami akan tetap konsisten melakukan penutupan, bersama dengan seluruh dukungan dari rakyat,” kata Hadi.

Usai menggelar orasi dan sholawat bersama, ribuan warga ini kemudian bergerak ke gedung DPRD Kota Probolinggo. Mereka menyampaikan aspirasi yang sama pada para wakil rakyat. Sebelumnya, dewan sempat meminta Pemkot Probolinggo untuk meninjau kembali alasan tidak diperpanjangnya izin dua hiburan malam tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Probolinggo menutup dua hiburan malam berupa karaoke keluarga Pop City dan 888. Per tanggal 6 Juli 2019 lalu, izin dua hiburan malam itu dibekukan. Otomatis, dua usaha hiburan itu tidak lagi beroperasi hingga saat ini. Keadaan itu diharapkan bisa terus berlangsung dan seluruh hiburan malam dapat diberantas. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration