Sabtu, 21 September 2019
Adv Advertorial

Komunitas Difabel hingga Ojek Online Ikut Upacara Bersama Wali Kota Probolinggo

Komunitas Difabel hingga Ojek Online Ikut Upacara Bersama Wali Kota Probolinggo Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin (putih, tengah) bersama Komunitas Difeble Motorcycle Indonesia usai upacara (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 16:59

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Upacara HUT ke-74 RI di Kota Probolinggo, Jawa Timur, tak hanya diikuti pejabat. Komunitas masyarakat juga ikut upacara di alun-alun kota, termasuk komunitas difabel dan ojek online.

Komunitas ini mulai menghadiri alun-alun Kota Probolinggo mulai pukul 08.00 WIB, sekitar 1,5 jam sebelum upacara dimulai. Mereka hadir dengan seragam komunitas masing-masing.

Wali-Kota-Probolinggo-2.jpg

Mereka hadir mengikuti upacara setelah diundang beberapa hari sebelumnya. Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, menjadi inspektur upacara. 

Begitu upacara selesai, bersama Wakil Wali Kota Probolinggo HM Soufis Subri, Habib Hadi Zainal Abidin langsung mendatangi satu-persatu komunitas yang ikut upacara. Bersalaman, berdialog singkat, dan foto bersama.

Nurahmad, anggota komunitas Difable Motorcycle Indonesia mengaku senang bisa ikut upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI bersama komunitas lain.

“Ini yang pertama kali (komunitas ikut upacara),” katanya. Ia berharap pada acara serupa selanjutnya, komunitas masyarakat juga dilibatkan.

Sementara itu, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan, keterlibatan komunitas dalam upacara menunjukkan bahwasanya Kota Probolinggo walaupun berbeda-beda, komunitas tetap menunjukkan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wali-Kota-Probolinggo-3.jpg

“Kami berkumpul melaksanakan upacara. Kami bersatu, menyatukan kekuatan untuk membangun Kota Probolinggo ke depan. Alhamdulillah, antuasias komunitas ini membuat saya bangga,” kata Habib Hadi.

Dengan dilibatkannya komunitas di kegiatan PemkotProbolinggo, membuat komunitas merasa diperhatikan dan memiliki tempat serta peran dalam pembangunan kota. “Kalau diajak diskusi pun, mereka bisa,” sambungnya.

Wali kota menekankan, semua elemen yang ada di Kota Probolinggo tidak boleh ada perbedaan dalam kemerdekaan. Karena kemerdekaan adalah hak setiap anak bangsa yang harus dijaga. Ia tidak menginginkan ada perpecahan dan memunculkan permusuhan.

Sesuai tema SDM Unggul Indonesia Maju, Habib Hadi ingin menunjukkan bahwa Kota Probolinggo tidak ada perpecahan. 

“Kebersamaan ini bentuk utama Kota Probolinggo punya SDM yang baik, bertoleransi. Melihat komunitas yang hadir mewujudkan visi kami yaitu membangun bersama rakyat,” jelasnya. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration