Tekno

SPETRA, Aplikasi Komunikasi Segala Bahasa Dunia Karya Mahasiswa UM

SPETRA, Aplikasi Komunikasi Segala Bahasa Dunia Karya Mahasiswa UM Tatap muka aplikasi SPETRA (Speech Translation App) karya mahasiswa Universitas Negeri Malang (FOTO: Widya/TIMES Indonesia)
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 02:27

TIMESINDONESIA, MALANGMahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menciptakan inovasi teknologi. Adalah Edward Mesak Dua Padang, Adjie Rosyidin, dan Arief Yoga yang dibimbing oleh Azhar Ahmad Smaragdina, S.Pd., M.Pd., menciptakan aplikasi untuk mempermudah komunikasi lintas bahasa di seluruh dunia, SPETRA (Speech Translation App).

SPETRA merupakan inovasi aplikasi penerjemah bahasa yang diciptakan dengan tujuan mempermudah komunikasi lintas bahasa di seluruh dunia, terutama di Indonesia untuk mendorong kemajuan pariwisata Indonesia.

aplikasi-SPETRA.jpg

"Indonesia yang terdiri dari 742 Bahasa, 478 Suku Bangsa, 7241 Karya Budaya Tak Benda, 17504 Pulau dan 9634 Pulau tanpa nama dengan keindahannya yang menakjubkan menjadikannya negara dengan kekayaan pariwisata yang sangat menjanjikan," kata Edward Mesak, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, akibat rendahnya kemampuan bahasa asing warga lokal, membuat wisatawan mancanegara lebih memilih untuk berkunjung ke Singapura, Malaysia, dan Thailand karena lebih mudah dalam berkomunikasi.

Akan tetapi, dengan inovasi SPETRA yang dikembangkan saat ini, wisatawan mancanegara dapat berkomunikasi tanpa ragu tentang maksud yang disampaikan bila tidak dipahami oleh warga lokal di Indonesia.Edisi-Minggu-18-Agustus-D-UM.jpgAplikasi SPETRA mampu menerjemahkan bahasa asing ke dalam bahasa lokal sesuai pilihan pengguna. Aplikasi ini juga mendukung penerjemahan teks, suara, gambar, tulisan, bahkan bahasa isyarat, sehingga aplikasi ini sangat ramah terhadap semua orang.

Tidak seperti aplikasi lain yang harus mengetik dahulu, dengan aplikasi SPETRA, komunikasi akan berlangsung secara face-to-face karena menggunakan earphone untuk menerima input dan output terjemahan. 

"Menggunakan aplikasi ini benar-benar handsfree sehingga komunikasi berlangsung secara natural tanpa distraksi dari handphone atau aplikasi," tambah Edward. 

SPETRA juga membantu tunawicara atau tunarungu, dengan menggunakan fitur gesture translation untuk memahami arti bahasa isyarat yang digunakan lawan bicara dengan memanfaatkan kamera smartphone.

aplikasi-SPETRA-a.jpg

Inovasi perancangan SPETRA diawali dari program kreativitas mahasiswa. Aplikasi ini bahkan telah mendapatkan apresiasi dari Ristekdikti berupa pendanaan dan lolos sampai ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan dilaksanakan di Bali pada 27-31 Agustus mendatang.

Ke depan, tim mahasiswa UM ini akan terus mengembangkan aplikasi SPETRA agar dapat digunakan dengan mudah oleh semua orang di dunia. "Kami sangat yakin, dengan teknologi yang kami kembangkan saat ini masalah komunikasi lintas bahasa akan teratasi dan semua orang di dunia dapat saling berkomunikasi,” ujar Edward Mesak. (*)

Jurnalis : Widya Amalia (MG-197)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration