Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Daerah

Mahasiswa Papua di Malang Demo Rusuh, GM FKPPI Jatim: Jangan Buat Rusuh di Malang

Mahasiswa Papua di Malang Demo Rusuh, GM FKPPI Jatim: Jangan Buat Rusuh di Malang ILustrasi - mahasiswa Papua Demo (FOTO: Istimewa)
Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:35

TIMESINDONESIA, MALANG – Aksi kelompok aktivis yang terdiri dari mahasiswa asal Papua yang kuliah di Malang, membuat rusuh di jalan Basuki Rahmat (Kayutangan), Kota Malang, Rabu (15/8/2019) pagi. Aksi rusuh tersebut langsung memdapat perlawanan dan kecaman dari Aremania dan warga serta pihak kepolisian setempat. GM FKPPI Jatim mengecam demo rusuh tersebut.

Saat mereka aksi dan berulah, kebetulan Aremania yang tengah berada di lokasi kemudian berlarian menuju massa yang rusuh tersebut dan berniat melawannya. Seketika itu, suasana menjadi rusuh. Lalu lintas di jalan tersebut kocar kacir.

“Singanya datangkan semua. Ayo hubungi grup Arema semua. Ayo maju. Mengganggu orang kerja ini,” kata salah satu warga yang melihat sekelompok mahasiswa asal Papua itu membuat kerusuhan.

Saat itu juga, para Aremania berbaju biru pun langsung berlarian menuju perempatan Kayutangan. Polisi yang mengetahui hal tersebut langsung menengahi. Namun massa tak dapat dibendung. Kerusuhan pun terjadi. Namun, pihak kepolisian bisa mengatasinya.

“Ngaleho tekan Malang! Indonesia Merdeka!,” teriak Aremania saat itu. Saat itu, juga sempat terjadi aksi dorong dan pukul memukul dengan sebuah tongkat. Para massa berbaju hitam akhirnya dipukul mundur oleh Aremania. 

Bahkan mahasiswa itu masuk ke truck polisi, sembari dihujani caci maki oleh Aremania yang ada di lokasi. Polisi langsung sigap menangani kericuhan tersebut. 

Dari data yang diterima TIMES Indonesia dari pihak Polresta Malang, diketahui, kelompok mahasiswa asal Papua itu merupakan aliansi mahasiswa Papua. “Mereka menyuarakan kemerdekaan Papua,” tegas Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

mahasiswa-Papua-Demo-2.jpg

Hingga berita ini ditulis, suasana di lokasi bentrokan sudah kondusif. Jalanan di wilayah Kayutangan yang semula mandek total mulai padat merayap, kini sudah mulai normal. Pihak kepolisian terus berjaga-jaga di lokasi.

Melihat kerusuhan tersebut, Ketua PD XIII GM FKKPI Jawa Timur, Ir R Agoes Soerjanto mengecam aksi kerusuhan yang dilakukan mahasiswa asal Papua tersebut.  “Saya mengecam itu. Ingat, Malang itu kota damai dan kondusif,” katanya.

Menurutnya, Malang saat ini lagi repot menjadi tuan rumah generasi baru Pendidikan (mahasiswa baru) yang diantar orang tuanya ke Malang. “Malang jadi tuan rumah. Karena Malang kota Pendidikan. Jangan kotori Malang dengan kerusuhan,” tegasnya.

Selain itu kata Agoes, Malang hari ini jadi tuan rumah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. “Jangan ada kerusuhan yang mencemarkan nama baik Malang. Jika memaksa, GM FKPPI akan melawannya,” tegas Agoes.

Selanjutnya, Malang juga sedang sibuk mempersiapkan renungan suci untuk perayaan HUT ke 74 Kemerdekaan RI. “Sekali lagi, saya tegaskan, jangan kotori Malang. Karena mahasiswa asal Papua di Malang itu, sudah sering kali berbuat onar dan kerusuhan. Jangan coba main-main di Malang,” katanya.

Seharusnya kata Agoes, mahasiswa manapun, baik asal Papua, selama menempuh Pendidikan di Malang, harus santun. Tidak boleh membuat keonaran di Malang. Karena Malang kota kondusif dan kota Damai serta kota Pendidikan.

Terakhir, Agoes megatakan, pihaknya meminta pihak Kepolisian untuk segera memproses siapa dibalik demo rusuh tersebut. “Pelakunya harus diproses secara hukum. Jangan dibiarkan membuat rusuh di Malang,” harapnya.

Agoes mengaku, pihaknya sangat percaya pada kerja Kepolisian, TNI dan intelijennya. “Kami percaya ke TNI, Kepolisian dan intelejennya. Sangat mudah mencari siapa otak dibalik kerusuhan yang dilakukan mahasiswa asal Papua di Malang itu. Jangan sampai suasana di Malang yang adem ayem dan damai dikotori dengan kerusuhan,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, TIMES Indonesia belum bisa meminta konfirmasi kepada pihak perwakilan mahasiswa asal Papuan di Malang yang menggelar aksi rusuh tersebut. Konfirmasi masih terus dilakukan, apa maksud aksi berakhir ricuh dan rusuh tersebut. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration