Peristiwa - Daerah

Warga Durisawo Ponorogo Tolak Pendirian SMPIT

Warga Durisawo Ponorogo Tolak Pendirian SMPIT Warga berkumpul dan berorasi di lokasi pembangunan SMPIT di lingkungan Durisawo, Kecamatan Nologaten, Ponorogo. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)
Selasa, 13 Agustus 2019 - 13:09

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Rencana pendirian SMP Islam Terpadu (SMPIT) di lingkungan Durisawo, Kelurahan Mologaten Ponorogo ditolak warga setempat. Alasannya, keberadaan sekolah baru tersebut akan menambah kepadatan lalu lintas dan mengganggu kenyamanan warga.

"Di Durisawo sudah banyak sekolahan dan sering macet. Kalau ditambah sekolahan lagi bisa tambah padat lalu lintas," ujar Kiai Muzzayin tokoh masyarakat Durisawo, Selasa (13/8/2019).

Selain sekolah, di lingkungan Durisawo juga terdapat masjid tua yang kerap dikunjungi peziarah dan jamaah dari luar daerah. Pada hari tertentu aktivitas jamaah di masjid Durisawo juga menambah kepadatan lalu lintas di lingkungan tersebut.

Warga-berkumpul-dan-berorasi-di-lokasi-pembangunan-SMPIT-b.jpg

"Setiap hari Selasa, jamaah yang datang bisa ribuan. Jadi kalau ketambahan sekolah lagi kami keberatan," jelas Kiai Muzzayin.

Reaksi warga Durisawo ditunjukkan dengan pemasangan poster dan spanduk berisi penolakan rencana pendirian SMPIT. Sejumlah warga berkumpul dan berorasi di lokasi pendirian sekolah baru itu.

"Sebaiknya tidak mendirikan sekolah lagi di wilayah Durisawo karena sudah overload," tegas Mudir Sunani  perwakilan warga Durisawo.

Rencana pendirian bangunan SMPIT diketahui juga belum mengantongi izin.  Hal itu ditegaskan oleh Edy Budiyanto, Kasi Trantib Kecamatan Nologaten saat dikonfirmasi.

"Pihak SMPIT secara legalitas  belum memiliki izin mendirikan bangunan," jelas Edy.

Karena aksi penolakan warga lingkungan Durisawo, Kecamatan Nologaten, Ponorogo rencana peletakan  batu pertama pembangunan gedung SMPIT batal dilakukan. "Pihak SMPIT akan menunda peletakan batu pertama dan mengikuti prosedur yang disarankan pihak pemerintah daerah," kata Arif Yeni Veriyanto, wakil kepala SMPIT. (*)

Jurnalis : M. Marhaban (MG-90)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Loading...
Registration