Tekno

KerabaTani, Pertanian Modern Karya Anak Bangsa

KerabaTani, Pertanian Modern Karya Anak Bangsa Aplikasi KerabaTani di lahan Pertanian
Sabtu, 10 Agustus 2019 - 16:22

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Berawal dari ramainya berita impor di Indonesia tahun lalu, KerabaTani muncul sebagai inovasi teknologi di dunia pertanian. Menggunakan sistem pertanian yang terdiri dari alat dan software, KerabaTani mampu meningkatkan hasil panen petani.

Cara kerjanya, alat sensor yang disusun yang ditancapkan ke lahan pertanian akan mengirimkan data ke cloud server. Setelah itu, muncul rekomendasi kepada petani di monitor.

Sistem rekomendasi yang muncul dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari aktivitas pertanian. Karena selama ini petani memberikan pestisida dan air tidak sesuai kebutuhan. 

kerabatani-b.jpg

Idealnya ada pengukuran, karena itu KerabaTani membantu petani untuk mengetahui kebutuhan dari lahan tani dengan mudah dan cepat.

KerabaTani Sudah diaplikasikan di Bumiaji, Banyuwangi, Jember. Yang diterapkan di Bumiaji, mampu meningkatkan produktivitas dari 11 ton menjadi 23 ton.

Menurut Ari Gunawan, salah satu anggota dari tim pengembang KerabaTani, mengungkapkan,  perolehan permodalan yang sudah didapat dari RisetDikTi sejumlah 15.000 USD, serta telah dinyatakan lulus di Korea Selatan 10.500 USD.

"Beberapa kompetisi invention juga diikuti untuk meningkatkan kualitas, seperti Malaysia, Singapore, Tailand dan Taiwan, dan di dalam negeri sendiri," ungkapnya.Edisi-sabtu-10-Agustus-2019-A.jpgMenurut mahasiswa Universitas Negeri Malang ini, KerabaTani terdiri dari tim programmer dan tim riset pertanian. Selain itu, juga melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam proses kerja sama, serta Politeknik Negeri Jember untuk pengembangan alatnya.

KerabaTani berhasil lolos di Taiwan, dan langsung diuji di sana. Meski begitu, sepulang dari beberapa negara, KerabaTani tetap dikembangkan di dalam negeri dan dibuat langsung oleh anak bangsa lalu diterapkan di lahan di Indonesia.

"Harapan kami itu, bisa membantu petani dan meningkatkan hasil tani," ujar Ari. KerabaTani diharapkan mampu segera dikomersialkan di Indonesia. (*)

Jurnalis : Widya Amalia (MG-197)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Registration