Kopi TIMES

Kebijakan Tumbler, MTQMN XVI 2019 Tanpa Plastik

Kebijakan Tumbler, MTQMN XVI 2019 Tanpa Plastik Abdul Halim Fathani, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.
Sabtu, 10 Agustus 2019 - 13:32

TIMESINDONESIA, MALANGTAHUN 2019 ini, Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-XVI kembali digelar di Universitas Syiah Kuala, Darussalam-Banda Aceh. Kampus yang terletak di komplek Kota Pelajar dan Mahasiswwa (Kopelma) ini biasa disingkat dengan nama UNSYIAH. Semua pelaksanaaan lomba semua cabang MTQMN 2019 dipusatkan di dalam Kampus Unsyiah, mulai tanggal 28 Juli hingga 04 Agustus 2019. Kegiatan MTQMN 2019 ini diikuti 2500 mahasiswa dari 179 kafilah perguruan tinggi negeri dan swasta dari 34 provinsi di Indonesia.

Dalam MTQMN 2019 ini, saya berkesempatan menjadi official dari kafilah Universitas Islam Malang. Saya beserta kafilah Universitas Islam Malang berangkat dari Malang, take off dari Bandara Internasional Juanda Surabaya jam 09.05 hingga ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh, jam 17.20 –transit di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Begitu sampai di Bandara Aceh, langsung disambut oleh panitia MTQMN 2019, bersama LO ‘mbak Yunika Mulidia dan mbak Putroe Ilmi’. Kami langsung diajak naik Transportasi yang disediakan panitia ‘Trans Koetaradja’, dan Alhamdulillah bisa duduk dengan nyaman bersama mereka, hingga akhirnya sampai masuk komplek kampus Unsyiah, dan berhenti tepat di kompleks Asrama Mahasiswa.

Selanjutnya, kami bersama-sama diajak untuk melakukan registrasi di sekretariat panitia MTQMN 2019. Kami menunggu antrian untuk melakukan registrasi kepada LO Lomba dan LO asrama. Sembari menunggu, saya melihat di sekitar lokasi, ada beberapa galon air isi ulang. Saya lihat  beberapa peserta, membawa nasi kotak ‘produk’ Unsyiah. Tapi, dalam hati saya bertanya-tanya, ‘kok tidak ada yang membawa air mineral kemasan gelas (240 ml). Tidak lama setelah saya bertanya dalam hati tersebut, tiba-tiba mbak Putroe –LO kafilah Unisma–, bertanya kepada saya “Pak Fathani, apa bawa ‘tumbler’? Spontan, saya jawab, untuk apa mbak, bawa Tumbler?. Mbak Putroe, langsung nyambung, ‘Kalau bawa, silakan bapak, mengisi air minum di galon yang sudah disediakan itu’, bebas mau ambil seberapa saja, demikian kata mbak ‘LO’. Woww.. baru kali ini, saya menyaksikan acara besar, tapi tidak disediakan air minum dalam bentuk kemasan gelas. Justru disuruh isi ulang, dan ambil sendiri lagi.

Setelah sukses melakukan registrasi, akhirnya kami diantar menuju asrama tempat penginapan official, tepatnya di asrama PPG. Tempat penginapan antara peserta dan official dibedakan. Kalau peserta dipusatkan di asrama kopma, sedangkan official ditempatkan di asrama PPG FKIP. Tidak lama, setelah masuk kamar, LO saya menghubungi, dan Alhamdulillah, nasi kotak ‘khas Unsyiah’ datang menjemput saya. Dan, yang jelas tanpa Air Mineral. ‘Ini tumblernya pak, nanti, silahkan diisi sendiri nggih, galon air minum isi ulangnya ada di depan sana, dekat pintu masuk’, demikian penjelasan LO ‘mbak Puotre. ‘Inggih, mbak, terima kasih sudah melayani dengan baik’.

Panitia MTQMN 2019 di Unsiyah ini membuat kebijakan menarik. Setiap peserta termasuk officialnya, dewan jurinya, panitianya, mendapatkan ‘fasilitas’ tumbler gratis. Dan, di dalam tumbler tersebut ada nilai publikasi bagi Unsyiah. Dalam tumbler, bertuliskan ‘Universitas Syiah Kuala plus logo khasnya’. Kebijakan tumbler ini menarik perhatian bagi khalayak luas. Kebijakan ini menyadarkan kita semua, yang seringkali selama ini mengabaikan pentingnya hidup sehat. Di pojok asrama –tempat isi ulang air minum- secara jelas tertulis:

“MTQMN XVI 2019 – GUNAKAN TUMBLER SENDIRI! – Jangan khawatir, banyak pihak bisa bantu isi ulang tumblermu! – Dengan menggunakan tumbler, kamu terhindar dari perilaku tabdzir yang dilarang Allah melalui Q.S. Al-Isra:27 “

Di pojok lain, ada yang bertuliskan:

“100 botol plastik dapat dihemat jika 1 orang menggunakan tumbler sendiri“

Tidak hanya di asrama. Galon isi ulang air minum, sebagai tempat untuk mengisi air minum dalam tumbler tersebar di banyak titik strategis. Panitia MTQMN 2019 menyediakan 1700 galon air minum isi ulang yang tersebar di banyak titik lokasi cabang perlombaan, di masjid, di tempat pertemuan/seminar, di tempat parkir, dan di tempat-tempat umum lainnya, tersedia fasilitas isi ulang air minum. Sebagai antisipasi, lupa bawa tumbler, pihak kampus juga menyediakan gelas, untuk bisa minum di tempat. Kesimpulannya: praktis bisa menghilangkan ‘eksistensi’ gelas air kemasan atau botol minuman’. Nyaris tidak ada sampah gelas/botol air minum. Bersih dan sehat. Itulah kesan saya selama mengikuti MTQMN 2019 di Unsyiah.

Perlu diketahui, tumbler yang dibagikan kepada kafilah, official, dewan hakim, hingga panitia MTQMN 2019 di Unsyiah Banda Aceh ini jumlahnya mencapai 3.940 tumbler. Tumbler yang merupakan bantuan dari beberapa donatur ini dibagikan secara gratis.

Langkah kebijakan tumbler ini sangat berpengaruh untuk mengurangi sampah plastik yang ada di Indonesia. Hal ini sebagai wujud kita semua akan cinta kesehatan dan pelestarian lingkungan. Kebijakan tumbler ini mengingatkan saya, akan adanya Instruksi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 1/M/INS/2019 tentang Larangan penggunaan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di lingkungan Kemenristekdikti. Instruksi ini dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Bersih.

Terdapat tujuh poin dalam instruksi Menristekdikti tersebut, -tetapi yang berkaitan erat dengan ‘tumbler’, saya paparkan tiga poin saja. Pertama, Tidak menggunakan kemasan air minum berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di unit kerja masing-masing. Kedua, Setiap pelaksanaan rapat, sosialisasi, pelatihan, dan kegiatan sejenis di kantor tidak menggunakan pembungkus makanan/kemasan minuman plastik. Ketiga, menyediakan dispenser air minum dan gelas minum di setiap ruang kerja/ruang pertemuan/ruang rapat/aula. Kempat hingga ketujuh, silahkan dilacak sendiri dalam instruksi Menristekdikti tersebut.

Luar biasa, panitia MTQMN 2019 sudah berusaha maksimal dalam rangka ikut ‘mengamankan’ Instruksi Menristekdikti Nomor 1/M/INS/2019, sehingga budaya hidup sehat dan bersih terwujud dalam kegiatan MTQMN 2019 ini. Selain itu, panitia MTQMN 2019 juga telah berhasil mengingatkan kepada kita semua, dakwah bil hal. Panitia telah membangun ‘sistem yang baik dan otomatis’, yakni dengan kebijakan tumbler, berarti mengajak kepada kita agar tidak berlaku ‘tabdzir’. Mari kita ingat firman Allah swt dalam QS al-Isra’ ayat 27: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Semoga saja, kebijakan tumbler ini segera dapat diikuti masyarakat secara luas. Dan, tidak hanya pada saat MTQMN 2019 ini saja, tetapi meluas ke berbagai kegiatan yang diselenggarakan, baik kegiatan massal, maupun kegiatan kelompok kecil, bahkan individu sekalipun. Terima kasih panitia MTQMN 2019, Terima kasih tumbler, semangat hidup bersih. (*)

*) Penulis: Abdul Halim FathaniPemerhati Pendidikan dan Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis : Humas Unisma
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration