Politik

PKB Anggap Wajar PDI Perjuangan Minta Jatah Menteri Lebih Banyak ke Jokowi

PKB Anggap Wajar PDI Perjuangan Minta Jatah Menteri Lebih Banyak ke Jokowi Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding. (Foto:Hasbullah/TIMES Indonesia)
Jum'at, 09 Agustus 2019 - 14:53

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menyatakan permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jatah menteri lebih banyak adalah suatu hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan, meski Presiden Jokowi adalah satu-satunya yang memiliki hak prerogatif untuk memilih susunan kabinetnya.

"Jadi kalau PDIP mengusulkan banyak calon menteri untuk diakomodasi, saya kira juga tidak ada masalah. Itu sesuatu yang wajar. Apalagi memang PDIP ini partai pemenang dan bersama yang lain bekerja keras memenangkan Pak Jokowi untuk periode kedua," ujar Abdul Kadir Karding, Jumat (9/8/2019).

Menurut Karding, sejak awal Presiden terpilih Jokowi mempersilahkan semua pihak baik dari partai koalisi, kelompok sipil, relawan serta tokoh-tokoh masyarakat untuk memberikan masukan terkait Kabinet Kerja Jilid II.

Pengajuan nama, ujarnya, merupakan hal wajar dilakukan agar Jokowi serta Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin bisa memiliki banyak pilihan untuk posisi menteri. "Sekarang soal apakah usulan menteri itu diterima seluruhnya atau tidak, atau ada kebijakan lain tentu itu hak prerogatif presiden terpilih," ujarnya.

Sebelumnya, dalam Kongres V PDI Perjuangan, di Bali, Megawati menyinggung soal jatah menteri lebih banyak untuk partainya.

"Kalau Pak Jokowi, mesti banyak, kita kan pemenang dua kali. Jangan nanti PDIP sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuma empat, ya emoh, tidak mau, tidak mau, tidak mau. Orang yang tidak dapat saja minta. Horeee," ujar Mega berseloroh dalam acara tersebut, di Sanur, Denpasar, Bali pada Kamis.

Terkait hal itu, PKB menilai, permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jatah menteri lebih banyak di Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah suatu hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration