Kopi TIMES

BID Seharusnya Mampu Lecut Inovasi Baru

BID Seharusnya Mampu Lecut Inovasi Baru Hary Prasetyo, LPM Oase Nusantara Ponorogo.
Jum'at, 09 Agustus 2019 - 15:04

TIMESINDONESIA, PONOROGOPENGUATAN orientasi ekonomi kreatif mestinya terus digalakkan secara masif melalui Bursa Inovasi Desa (BID), pertukaran ide terobosan diharapkan mampu menyukseskan target One Village One Product (OVOP).

Perlunya Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), Tim Inovasi Kabupaten (TIK) sebagai penggerak inovasi, akan mampu melahirkan ekonomi kreatif yang nantinya diaplikasikan dalam Unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

TIK TPID seharusnya menggandeng program pemkab semisal OVOP, menjadi lahan garap inovasi desa agar menjadi program unggulan yang solutif untuk masyarakat.

Pendampingan khusus bisa dilaksanakan dengan sinerginya TIK dan TPID, Bursa Inovasi Desa (BID) bukan sebatas mengadopsi kegiatan inovasi yang sudah ada, yang lebih penting adalah melahirkan inovasi baru baik itu hasil replika atau hasil kajian potensi.

Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki pemerintah desa menjadi problem dalam pembinaan, sehingga membutuhkan pendampingan khusus berkelanjutan. Pemerintah daerah harus peka melihat potensi kekuatan untuk digerakkan berkolaborasi bersama menyukseskan program pemberdayaan yang telah digulirkan.

Hasil inovasi binaan kebersamaan itulah yang nantinya akan menjadi inovasi, yang dapat ditampilkan dalam Bursa Inovasi Desa (BID). Keseriusan itulah yang akan mampu mengangkat derajat rakyat.

Melihat banyaknya potensi dan program pemberdayaan tanpa keseriusan dan sinergi oleh pemangku kepentingan hanya akan menjadi media penelan anggaran.

Sekali lagi tanpa potensi pun mampu memberdayakan masyarakat dengan Gerakan masif bersamaan antar sektor dan fokus pemberdayaan, apalagi dengan segudang potensi. (*)

*Penulis adalah Hary Prasetyo, LPM Oase Nusantara Ponorogo

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration