Senin, 23 September 2019
Glutera News Glutera News

Kasus Kanker pada Wanita Lebih Banyak Dibanding Pria?

Kasus Kanker pada Wanita Lebih Banyak Dibanding Pria? (FOTO: Glutera News)
Senin, 05 Agustus 2019 - 16:06

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa rasio kejadian kanker pada wanita diprediksi akan lebih tinggi dari pada pria pada dua dekade mendatang.

Badan sosial Cancer Research UK (CRUK) menemukan pada 2035, peningkatan rasio kejadian kanker pada wanita diprediksi dapat mencapai tiga persen. Ini lebih tinggi dibandingkan pada pria yang hanya 0,5 persen.

Melansir AFP, badan tersebut menyatakan penyebab utama kejadian ini berkaitan dengan obesitas, aktivitas merokok, dan konsumsi alkohol.

Temuan tersebut juga menyebutkan kanker yang akan paling sering ditemukan terjadi pada wanita adalah kanker rahim, ovarium atau indung telur, dan payudara pasca menopause. Jenis-jenis kanker tersebut juga berkaitan dengan kondisi tubuh akibat obesitas.

Rasio kejadian kanker rahim dan mulut juga diprediksi semakin meningkat terjadi pada perempuan. Kondisi ini terkait dengan semakin bertambahnya jumlah perokok perempuan.

Aktivitas merokok pada perempuan semakin populer, setelah sebelumnya kegiatan ini identik dengan pria. Tren ini juga menandakan risiko yang semakin tinggi akan berkembangkan kanker paru-paru.

Konsumsi alkohol juga dianggap membawa dampak buruk bagi wanita, terutama peningkatan rasio kanker. Namun CRUK mengatakan perbandingan kejadian kanker akibat alkohol dan merokok pada perempuan tidaklah sama.

"Hal-hal tersebut yang dapat dicegah dan mengurangi risiko kanker adalah berhenti merokok, mengelola berat badan yang sehat, aktif berolahraga, dan memeriksakan serta deteksi kanker secara dini," kara Kevin Fenton, dari badan kesehatan pemerintah Inggris.

Di Inggris, kanker yang umum terjadi adalah payudara, prostat, paru-paru, dan usus. Penyakit kanker tersebut mencakup 53 persen kejadian kanker baru yang terjadi tiap tahun.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat secara global jumlah kejadian kanker baru diperkirakan meningkat hingga 70 persen dalam dua dekade mendatang. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration