Kamis, 19 September 2019
Peristiwa

Jangan Panik, Lakukan 6 Langkah Ini Setelah Gempa Bumi

Jangan Panik, Lakukan 6 Langkah Ini Setelah Gempa Bumi ILUSTRASI - Gempa. (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 02 Agustus 2019 - 22:07

TIMESINDONESIA, MALANG – Setelah bencana gempa bumi, aktivitas yang sering terjadi adalah kegaduhan akibat dari panik berlebihan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada beberapa langkah yang perlu dilakukan setelah terjadi gempa bumi terjadi.

1. Jika berada di dalam bangunan

Jika Anda berada di dalam bangunan, keluarlah dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa demi keamanan bersama. Selain itu, periksa apabila ada yang terluka, segera lakukan P3K. Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

2. Periksa lingkungan sekitar Anda

Segera periksa apabila terjadi kebakaran di sekitar Anda. Selain itu, hal yang perlu diperiksa apabila terjadi kebocoran gas, hubungan arus pendek listrik, aliran dan pipa air. Juga, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan dengan cara mematikan listrik, tidak menyalakan api, dan lain-lain.

3. Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa

Memasuki bangunan yang sudah terkena gempa sangat berbahaya. Hindari langkah ini karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

4. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa

Berjalan di daerah sekitar gempa juga sangat berbahaya karena kemungkinan terjadinya bahaya susulan masih ada.

5. Mendengarkan informasi

Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari media informasi seperti radio dan televisi. Ketahui apabila terjadi gempa susulan atau tidak. Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya atau hoaks.

6. Jangan panik dan selalu berdoa kepada Tuhan YME

Setelah bencana gempa, jangan panik. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Langkah-langkah di atas perlu diperhatikan untuk kebaikan bersama. Setelah bencana gempa bumi, jangan panik. Lakukan langkah antisipatif sesuai arahan BMKG. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration