Ekonomi

7 Bulan Beroperasi, Bisnis Hotel OYO di Malang Tumbuh 240 Persen

7 Bulan Beroperasi, Bisnis Hotel OYO di Malang Tumbuh 240 Persen Region Head Java OYO Indonesia, Bayu Seto saat berkunjung ke kantor redaksi TIMES Indonesia, Kamis (1/8/2019). (Foto: Naufal/TIMES Indonesia)
Kamis, 01 Agustus 2019 - 18:42

TIMESINDONESIA, MALANG – Sejak hadir di Malang pada Januari 2019, pertumbuhan bisnis OYO kini mencapai 240 persen. Tercatat 58 hotel dan 1.081 kamar telah bergabung dengan jaringan OYO Hotels di Malang.

Selama kuartal II 2019, pemesanan kamar OYO terjadi setiap 3 menit. Pemerintah daerah di Malang gencar mewujudkan Kota Ramah Wisatawan, geliat industri perhotelan Malang makin tumbuh dengan kenaikan okupansi hotel OYO capai 95 persen dan kenaikan revenue per available room 2,5 kali.

Sejak bergabung bersama OYO, rata-rata pendapatan hotel naik hampir 3 kali lipat. Di Jawa Timur, OYO telah hadir di 12 kota dengan total 162 hotel dan 3.571 kamar yang tersebar di seluruh wilayah timur Pulau Jawa.

OYO Hotels & Homes, jaringan hotel di Indonesia dan terbesar ke-3 di dunia (berdasarkan jumlah kamar) dengan pertumbuhan tercepat, terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. 

Region Head Java OYO Indonesia, Bayu Seto menyebutkan, dalam waktu 7 bulan, lebih dari 50 properti telah bergabung sebagai mitra OYO di Malang. OYO juga telah menjadi pilihan akomodasi favorit wisatawan, dengan pemesanan yang tumbuh signifikan, yaitu sebanyak 20.622 kali pemesanan di kuartal II, atau tumbuh dari kuartal I 2019 sebesar 328%. Ini berarti sebuah kamar OYO dipesan setiap 3 menit.

Bayu Seto mengatakan, OYO memiliki misi untuk mentransformasi hotel lokal menjadi akomodasi berkualitas dengan harga kompetitif, serta menjamin tingkat kepuasan pelanggan dengan menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas dan terstandarisasi. 

"Kami membantu mitra pemilik hotel kecil dan menengah untuk mengelola propertinya dari hulu sampai hilir meliputi aspek teknologi, bisnis, dan transformasi properti, dengan kemampuan operasional terbaik, mulai dari sistem manajemen pendapatan, teknologi pemesanan, kontrol kualitas, jangkauan pemasaran, hingga AI (kecerdasan buatan) yang efisien,” ujarnya.

Didukung oleh layanan dan fasilitas yang terstandarisasi, proses check in hingga check out yang mudah, praktis dan cepat, membuat lebih dari 65% jaringan hotel OYO mendapatkan penilaian yang sangat baik dari konsumen dengan review positif dan rating di atas 8+ di dalam situs-situs OTA seperti booking.com. 

Dukungan bisnis yang dihadirkan OYO untuk para mitra melalui inovasi teknologi juga memungkinkan tingkat okupansi hotel-hotel  OYO di Malang meningkat sebesar 95 persen setelah bergabung dengan jaringan OYO. 

“Kami menawarkan lebih dari 20 solusi berbasis aplikasi untuk memastikan operasional hotel yang mudah, serta memastikan pengalaman menginap terstandarisasi bagi tamu,” ujar Bayu.

Dian, mitra hotel pemilik OYO 353 Loesje Guest House Syariah Malang turut menceritakan adanya kemajuan signifikan bagi hotelnya setelah bergabung dengan OYO. 

“Dengan sistem pemasaran sistem online yang berbasis teknologi, performa hotel kami semakin meningkat karena hotel kami semakin dikenal luas baik di dalam dan luar negeri," ujar Dian.

Ia menambahkan, sistem berbasis teknologi yang disediakan OYO juga memudahkan kami untuk memantau tamu dan membuat pencatatan keuangan kami lebih terstruktur. Dalam hal pembayaran pun OYO tidak pernah bermasalah dan selalu tepat waktu. 

Serta yang tidak kalah pentingnya, lanjut Dian, adalah tim OYO yang responsif pada saat kami membutuhkan dan penempatan tim lapangan OYO yang hampir setiap hari memantau operasional di hotel kami. 

"Hal ini menjadikan OYO di mata kami sebagai partner yang profesional di bidangnya. Kami senang bergabung dengan OYO,” ujarnya.

Sektor pariwisata Malang yang tumbuh pesat membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin serius dalam memperkuat positioning Malang di pasar pariwisata Indonesia. Hal ini dapat menjadi kesempatan yang besar bagi para pemain di industri perhotelan dalam mengembangkan bisnisnya. 

Penerapan teknologi dalam dunia perhotelan seperti yang dilakukan oleh OYO juga sejalan dengan fokus organisasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) yang berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan bisnis perhotelan di Jawa Timur, dan Malang secara khusus.

Seperti dikatakan Ketua PHRI Kabupaten Malang, Suyitno, bahwa potensi pengembangan pariwisata di Kabupaten Malang akan diiringi dengan pengembangan perhotelan, mengingat kebutuhan hotel menjadi sarana paling penting untuk mengakomodir kebutuhan para wisatawan. 

Pihaknya juga menggarisbawahi akan pentingnya peran serta masyarakat untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Ramah Wisatawan. Suyitno juga melihat potensi pengembangan industri perhotelan di berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

OYO sendiri menyadari pentingnya pengembangan industri perhotelan di luar pusat kota. Kini, hotel-hotel OYO juga telah tersebar dan berkembang ke wilayah lainnya, khususnya daerah destinasi wisata di Malang, seperti Batu dan Gunung Bromo, sejalan dengan komitmen kami untuk dapat hadir di berbagai daerah di Indonesia. 

Bayu Seto menyampaikan, dalam membangun bisnis Malang, OYO Hotels sangat memperhatikan nilai-nilai lokal. Memahami dinamika dan kultur masyarakat lokal menjadi sangat penting untuk memastikan layanan terbaik bagi para tamu dan mitra. 

"Kami bangga karena memiliki tim lokal di Malang yang membuat kami semakin yakin dalam memahami pasar Malang, mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan, dan menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikannya,” ujar Bayu. 

Sebagai jaringan hotel nomor 1 di Indonesia (berdasarkan jumlah kamar), OYO telah hadir di 80 kota di Indonesia dengan lebih dari 840 hotel live dan lebih dari 20.000 kamar yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. OYO terus fokus memberikan pengalaman menginap terbaik sekaligus meningkatkan pemasukan pemilik hotel, sehingga mampu tumbuh 20 kali lipat hanya dalam waktu 8 bulan. 

Pertumbuhan yang pesat ini dimungkinkan berkat partisipasi aktif dari ratusan pemilik aset, pelanggan setia OYO, dan lebih dari 900 OYOpreneurs (karyawan) di seluruh Indonesia. Dalam proses tersebut, OYO juga telah menciptakan lebih dari 10.000 peluang ekonomi langsung dan tidak langsung. Hal ini sekaligus membuktikan komitmen OYO untuk turut mentransformasi bisnis perhotelan di Indonesia, melalui model bisnis full stack berbasis teknologi. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration