Ekonomi

Tujuan Program Keluarga Harapan Graduasi Mandiri untuk Pemerataan Kesejahteraan

Tujuan Program Keluarga Harapan Graduasi Mandiri untuk Pemerataan Kesejahteraan Nurhayati KPM Desa Besuki Sambit saat Proses Graduasi Mandiri oleh Pendamping PKH (FOTO: Istimewa)
Rabu, 24 Juli 2019 - 10:41

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia, Kementerian Sosial RI dalam hal ini Direktorat Jaminan Sosial Keluarga meluncurkan program Keluarga Harapan dalam bentuk bantuan tunai kepada keluarga sangat miskin.

Sejak program tersebut dimulai pada 2007, sudah banyak peningkatkan dalam hal perekonomian keluarga terutama Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Pemerintah kemudian membuat program lanjutan yakni program Keluarga Harapan Graduasi Mandiri sebagai program untuk penghentian bantuan KPM bagi yang sudah mampu dan tidak layak untuk diberi bantuan lagi.

Dalam hal ini peran pendamping Program Keluarga Harapan ( PKH) sangat dibutuhkan untuk menghentikan bantuan tersebut. Tentu dengan proses komunikasi dan persetujuan oleh KPM setempat.

"Saya telah melakukan Graduasi Mandiri sebanyak 9 kali di wilayah lokasi pendampingan saya," kata Tamrin Fathoni Pendamping PKH Kecamatan Sambit Ponorogo, Selasa (24/07/2019).

Heny Widyawardani, yang juga pendamping PKH menambahkan, peningkatan ekonomi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya peran program Kelompok Usaha Bersama (KUBE)," kata pendamping PKH di Kecamatan Bungkal ini.

Sementara Oktana Husna Dewantara warga desa Bungkal, Kecamatan Bungkal mengatakan kecemburuan sosial terjadi antara masyarakat yang ekonominya seimbang dengan kelompok penerima manfaat (KPM) terkait program bantuan Keluarga Harapan. "Sudah seharusnya KPM yang memang sudah mampu secara ekonomi, dihentikan bantuannya, agar kecemburuan sosial tidak terjadi di masyarakat," tutup Oktana. (*)

Jurnalis : Evita Mukharomah (MG-74)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Loading...
Registration