Ketahanan Informasi

Disebut Berafiliasi dengan Gerakan Radikal, ACT Berikan Klarifikasi

Disebut Berafiliasi dengan Gerakan Radikal, ACT Berikan Klarifikasi ACT Menyalurkan bantuan untuk tepian negeri dan mancanegara. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Selasa, 23 Juli 2019 - 14:50

TIMESINDONESIA, JAKARTAACT (Aksi Cepat Tanggap) menepis anggapan bahwa ACT terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia.

Diketahui beberapa waktu lalu beredar informasi tidak benar yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap yang terafiliasi dengan gerakan radikal. Informasi hoaks tersebut beredar melalui jejaring media sosial WhatsApp Group.

Ibnu Khajar, Vice President Aksi Cepat Tanggap, segera memberikan klarifikasi mengenai hoaks tersebut. "Itu tidak benar sama sekali," ungkapnya melalui rilis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (23/7).

Ia menambahkan prinsip kerja ACT adalah berbuat kebaikan. “Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” lanjut Ibnu Khajar.

Meski demikian Ibnu Khajar menyadari tidak semua kebaikan akan diterima oleh semua pihak. “Kami paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberap alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah. Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” tambah Ibnu.

Ibni Khajar juga mengimbau warga untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

Dalam rilis tersebut juga dijelaskan ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang didapat dari berbagai mitra, dan telah tersertifikasi oleh pemerintah.

Bantuan ACT dikirimkan ke tempat - tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya.

Tak itu saja donasi dari mitra - mitra disalurkan untuk pendidikan tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau - pulau terpencil (Tepian Negeri).

Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler), perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru. Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

ACT bermitra dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media. Diantaranya Bukalapak, Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina, Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain. Lihat selengkapnya di link: https://act.id/mitra

"Bersama mitra-mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan," tegas Ibnu Khajar, Vice President Aksi Cepat Tanggap. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration