Peristiwa - Daerah

Desa Tambong Banyuwangi Terapkan Sistem Pelayanan Secara Online

Desa Tambong Banyuwangi Terapkan Sistem Pelayanan Secara Online Didik Budi Hartono SE, Kepala Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi (kiri) saat melihat Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services, via telepon selular. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Selasa, 23 Juli 2019 - 09:18

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Tempat boleh dipelosok, tapi melek teknologi tetap wajib. Itulah yang selalu dipegang teguh oleh Didik Budi Hartono SE, Kepala Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Semangat jiwa muda dalam membangun desa, telah mengantar dirinya mencetus teknologi pelayanan digital yang canggih. Dia menyebutnya dengan Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services.

Teknologi berbasis teknologi informasi ini memungkinkan masyarakat setempat bisa mengakses serta mendapat berbagai kemudahan dalam pelayanan dan administrasi kependudukan. Mulai dari pengurusan surat keterangan, Kartu Keluarga (KK), KTP, peta kerawangan, progres pembangunan, hingga berinteraksi dengan perangkat desa.

Dan itu semua cukup diakses melalui smartphone maupun komputer. Lebih istimewa, pelayanan ala negara maju ini dilakukan perangkat Desa Tambong, 24 jam non stop. Dengan kata lain, dimana dan kapan pun berada, selama masih ada sinyal internet, mereka bisa mendapatkan berbagai pelayanan tersebut.

“Visi kita adalah desa Digital, berbasis data dan informasi publik,” ucap Didik, sapaan akrab Kades Tambong, Selasa (23/7/2019).

Pada sistem pelayanan ini, lanjutnya, masyarakat bisa mencetak langsung berbagai pengurusan administrasi kependudukan. Karena dilengkapi tanda tangan dan stempel digital. Baik milik Kades, maupun Pemerintah Desa Tambong.

Didik-Budi-Hartono-2.jpg

“Di sini warga juga bisa update data kependudukan secara online, misal saat ada keluarga yang meninggal dunia. Untuk mengakses cukup memasukan nama dan NIK (Nomor Induk Kependudukan), atau menggunakan kode batang yang ada di KTP,” jelasnya.

Teknologi ini, juga dilengkapi video live streaming dan data absensi perangkat desa. Jadi, sebelum datang ke kantor desa, warga bisa tahu siapa saja perangkat yang standby.

“Dengan begitu masyarakat bisa memastikan bahwa mereka akan terlayani sesuai dengan pelayanan yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sedang video live streaming, merupakan pengejawantahan pola keterbukaan dan pengawasan langsung masyarakat terhadap kinerja perangkat desa. Karena disini gambar yang disuguhkan adalah video aktivitas perangkat.

Sejak menjadi Kepala Desa di Desa Tambong, Didik memang menekankan bahwa staf dan pegawai desa adalah pelayan masyarakat. Yang mana kinerjanya hukumnya wajib ternilai memuaskan oleh warga.

Sebagai informasi, Sistim Informasi Desa dengan Intregated Public Services, yang diterapkan di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, adalah pengembangan aplikasi pelayanan sebelumnya. Yakni aplikasi Sipadu.

Pengembangan pelayanan berbasis internet ini dikembangkan dengan menggandeng Heppy Agung, seorang ahli IT asal Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Lombok. Pemuda jebolan Diploma III Manajemen Informatika, Universitas Gunadharma, Depok, tersebut memang telah mengembangkan aplikasi sistim informasi desa sejak tahun 2015.

“Dan semangat kami adalah kemudahan, kecepatan dan keterbukaan dalam pelayanan, serta membuktikan bahwa desa pelosok pun bisa memiliki teknologi pelayanan yang tidak kalah dengan perkotaan,” cetus Didik.

Sejak kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, Kabupaten Banyuwangi, memang terus berbenah. Salah satunya dalam inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi. Dan disini, Pemerintah Desa Tambong, selaku jajaran telah membuktikan menjadi yang terdepan. (*)

Jurnalis : Syamsul Arifin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Loading...
Registration