Peristiwa - Daerah

Antisipasi Kekeringan, DPKP Tuban Operasikan Pompa Air

Antisipasi Kekeringan, DPKP Tuban Operasikan Pompa Air Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Murtadji, Senin, (22/07/2019). (FOTO: Achmad Choirudin/TIMES Indonesia)
Senin, 22 Juli 2019 - 13:49

TIMESINDONESIA, TUBAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tuban, Jawa Timur melakukan langkah cepat dalam antisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di wilayah setempat. Salah satunya dengan menyebar dan mengoperasian pompa air di seluruh kecamatan.

DPKP Tuban mencatat bahwa pertanggal 15 Juli 2019, ada seluas 3.495,3 hektar lahan pertanian seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban yang terdampak kekeringan. Paling luas di kecamatan Senori yang mencakup luas hingga 1450 hektar, disusul Kecamatan Singgahan 594 hektar dan Kecamatan Bangilan 587 hektar.

Kepala DPKP Tuban, Murtadji menyampaikan, jika telah dilakukan penanganan atas persoalan kekeringan lahan yang dialami para petani. "Kita gunakan pompa air sebagai salah satu solusi untuk mengairi lahan petani. Sudah ada puluhan pompa air yang disebar," imbuhnya, Senin, (22/07/2019).

Kekeringan-Lahan-Tanus.jpgIlustrasi - Kekeringan lahan pertanian. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

Dijelaskan, dari total 20 kecamatan di Kabupaten Tuban, ada 13 kecamatan yang terdampak kekeringan dengan pembagian 4 kategori, yaitu ringan, sedang, berat dan puso. Rinciannya, kategori ringan seluas 921 hektare, Sedang 841,1 hektare, berat 753,2 hektar, dan puso 980 hektare.

Namun demikian, kekeringan yang terjadi saat ini tidak berdampak buruk terhadap petani di Tuban. Pasalnya, selain ada pompanisasi, sebagian besar petani juga belum masa tanam. Selain itu, para petani juga akan mendapat ganti rugi dari AUTP jika terjadi puso. (*)

Jurnalis : Achmad Choirudin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Tuban

Komentar

Loading...
Registration