Peristiwa - Nasional

PPIH Madinah Atur Pergeseran JCH Indonesia ke Makkah

PPIH Madinah Atur Pergeseran JCH Indonesia ke Makkah Masjid Nabawi
Senin, 22 Juli 2019 - 09:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi khususnya Daerah Kerja Madinah konsentrasi  berjaga menangani JCH Indonesia di Masjid Nabawi. Ini dilakukan setelah gelombang I kedatangan di Madinah dinyatakan berakhir.

Mulai Minggu (21/7/2019), PPIH tidak lagi menerima kloter JCH Indonesia di Madinah. "Semua JCH Indonesia reguler di Kota Madinah akan didorong berpindah ke Mekah sampai batas waktu 28 Juli 2019. Sedangkan jemaah haji khusus akan berpindah ke Mekah maksimum pada 5 Agustus 2019," kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari.

Total jumlah JCH Indonesia gelombang I yang mendarat di Madinah sebanyak 93.937 jemaah dari 229 kloter.

Sampai hari masih terdapat 50 ribu JCH Indonesia di Madinah dan mereka berangsur-angsur akan diberangkatkan ke Makkah.

Sedangkan JCH Khusus yang mulai datang sejak 19 Juli 2019 di Madinah, dijadwalkan akan berakhir pada 2 Agustus 2019. "Sesuai talimatul hajj, keberadaan JCH di Madinah terakhir pada 5 Agustus 2019," katanya.

Meski demikian bukan berarti PPIH menjadi kendor dalam hal pelayanan, pembinaan dan perlindungan terhadap JCH Indonesia di Madinah.

PPIH akan terus melakukan pengamanan terhadap jemaah, khususnya di Masjid Nabawi, terutama mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sisa waktu yang ada ini kami menempatkan petugas di sejumlah titik rawan di Masjid Nabawi. Petugas berseragam lengkap akan berkeliling di seputar Masjid Nabawi dan menempato pos  sektor khusus di pintu 6,7,15,21,25, dan 37. Karena itu JCH Indonesia yang membutuhkan bantuan silahkan menyampaikan kepada mereka," tambah Jauhari.

Karena kedatangan JCH Indonesia reguler gelombang I di Madinah dinyatakan telah berakhir, kini PPIH Arab Saudi khususnya Daerah Kerja Madinah konsentrasi  berjaga menangani JCH Indonesia di Masjid Nabawi. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration