Gaya Hidup

"Pesta Sedih" di Malang Creative Fusion, Pameran Estetika Sedih yang Layak Dikunjungi

Bedah naskah (FOTO: Widya Amalia/TIMES Indonesia)
Minggu, 21 Juli 2019 - 19:36

TIMESINDONESIA, MALANG – Dengan mengangkat tema ''Pesta Sedih'', brand kaos #estetikasedih meluncurkan Pameran Tunggal produknya. Acara yang bertempat di Malang Creative Fusion, Jalan Bantaran I no. 45 Kota Malang, Jawa Timur ini diadakan selama 3 hari. Yaitu pada tanggal 20 - 22 Juli 2019. 

Sabtu (20/7/19) dihadirkan Kelompok Bermain Kangkung Berseri (KBKB) dalam Sinau Teater Malang yang dimulai pukul 16.00 sampai 18.30 WIB. 

Pesta-Sedih-2.jpgSatu spot pameran "Pesta Sedih", di Malang Creative Fusion. 

Acara ini merupakan salah satu dari rangkaian pameran diantaranya, Sinau Teater Malang, Seminar "Bicara Tentang Sedih", Panggung Seni dan Sastra "Sedih Seni Sedih". 

Acara dimulai dari pementasan teater membawakan naskah berjudul "ABAB" karya Putu Wijaya dilanjutkan dengan bedah naskah beserta diskusi apresiasi.

Agus KBKB, sutradara ABAB, menjabarkan dalam sesi diskusinya bahwa pembawaan naskah ini dikemas secara padat untuk menyampaikan bagian-bagian masyarakat secara intens. 

Penokohannya mewakilkan sifat-sifat tertentu secara politik dan sosial. Penggarapan naskah ini sendiri untuk mengikuti lomba dan mengasah keinginan berteater. 

"Proses kreatif kami juga tergantung situasi, yang penting terus bergerak," tambahnya. Kedepannya, KBKB diharapkan mampu membawa suatu pentas lakon yang sarat makna, unik, dan lucu.

Pesta-Sedih-3.jpgPenampilan KBKB dalam acara Sinau Teater Malang di rangkaian acara Pesta Sedih: Pameran Tunggal Estetika Sedih.

Bersamaan dengan penampilan KBKB dan diskusi, pameran tetap dibuka sampai pukul 20.00 WIB. Pengunjung pameran dapat menikmati isi pameran dengan gratis. 

Pameran yang digelar di hall tengah ini dikunjungi mulai dari pegiat seni, hingga anak-anak. Adinda Sari, pengunjung, mengungkapkan bahwa sensasi pameran sangat menarik dan unik, namun padat dengan makna. 

"Bonus ada serem-seremnya gitu soalnya gelap! Tapi asik!" ujar perempuan yang kuliah di Universitas Brawijaya ini. 

Dinda menambahkan bahwa pengekspresian sedih yang dihadirkan di dalam pameran bisa dinikmati dengan cara yang berbeda dan direkomendasikan untuk dikunjungi. (*)

Jurnalis : Widya Amalia (MG-197)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration