Pendidikan

Mahasiswa IAIN Madura Sulap Ubi Desa Jadi Makanan Kekinian

Mahasiswa IAIN Madura Sulap Ubi Desa Jadi Makanan Kekinian Makanan Bola-bola Ubi hasil kreativitas mahasiswa KPM IAIN Madura di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan. (Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Sabtu, 20 Juli 2019 - 08:28

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Pada umumnya ubi di desa hanya menjadi makanan biasa. Namun hal ini menjadi berbeda dengan kehadiran Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN Madura) yang melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Waru Barat, Pamekasan. Para mahasiswa ini bisa menyulap ubi tersebut menjadi makanan kekinian yang bernilai ekonomi.

Anam Khair (23) selaku koordinator Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, menyampaikan makanan olahan ubi ini diberi nama Bola-bola Ubi. Semenjak makanan tersebut dibuat maka banyak masyarakat setempat yang tertarik untuk membuat ubi menjadi olahan yang serupa.

"Makanan ini akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, serta makanan merupakan hasil tanaman masyarakat Desa Waru Barat,"ungkap pria kelahiran Waru Barat tersebut. Sabtu (20/7/2019).

Sementara dasar racikan makanan yang dibuat menjadi makanan Bola-bola Ubi diantaranya ubi ungu, coklat, tepung maizena, tepung terigu, gula, tepung panir. 

Makanan tersebut memang berbeda dengan makanan pada umumnya, baik dari aroma maupun dari rasanya sangat jauh berbeda. Adonan kemudian dibentuk bola-bol. Dengan kemasan yang menarik, makanan ini bisa dijual sebagai oleh-oleh kekinian.

"Semua bahan racikan makanan ini bisa didapat di masyarakat setempat atau di pasar," jelas pria yang murah senyum itu.

Sedangkan manfaat ubi ungu, Menurut Anam, dapat menurunkan berat badan
kaya akan serat. "Ubi ungu yang masih lengkap dengan kulitnya merupakan salah satu makanan yang tinggi serat," ungkap pria yang masih aktif kuliah di IAIN Madura.

Anam menambahkan, makanan tersebut mengandung karbohidrat kompleks. Dalam satu buah ubi ungu ukuran sedang mengandung 28 gram karbohidrat kompleks. Selain itu, membantu mengontrol gula darah.

"Saya beharap dengan kreativitas pembuatan makanan Bola-bola ini dapat mengetuk tularkan kepada masyarakat sehingga masyarakat setempat bisa mandiri dalam mengolah ubi menjadi makanan bernilai ekonomi," ucapnya.(*)

Jurnalis : Akhmad Syafii
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Loading...
Registration