Peristiwa - Nasional

JCH Indonesia Khusus Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci

JCH Indonesia Khusus Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci Caption : Acara pelepasan JCH Indonesia Khusus di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (FOTO: Kemenag)
Jum'at, 19 Juli 2019 - 17:09

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jemaah Calon Haji/JCH Indonesia Khusus kloter pertama yang berjumlah 152 orang, Kamis (18/7/2019) malam, dilepas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka mulai berangkat menuju Tanah Suci pada Jumat (19/7/2019).

Keberangkatan dan kepulangan haji khusus akan dilaksanakan di sembilan bandara, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, dan Medan.

Para JCH Indonesia Khusus pada musim haji 1440H/2019M ini berada di bawah PT. Kharissa Permai Holiday.

Pelepasan itu juga dihadiri Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, perwakilan Asosiasi Permusyawarakatan Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI), Senior GM Terminal 3 Bandara Soeta, Kepala Otoritas Bandara Wilayah 1, perwakilan Kepolisian Sub Sektor Bandara, Kepala Imigrasi kelas I, serta perwakilan PT Angkasa Pura II, pimpinan serta jajaran PT. Kharissa Permai Holiday sendiri.

“Kami berdoa agar jemaah haji diberikan kemudahan dan kekuatan agar dapat melaksanakan syarat dan rukun haji dengan sempurna, sehingga sampai tanah air mampu menjadi haji mabrur,” kata Nizar saat pelepasan.

Ia mengatakan, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus memiliki tugas dan fungsi pokok dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus (PIHK) dari sisi regulasi dan pengawasan. Karena itu ia bersama jajaran Kementerian Agama ingin memastikan bahwa jemaah haji khusus ini benar-benar berangkat ke tanah suci dengan nyaman, aman, dan sehat.

Pelepasan ini juga  salah satu bentuk apresiasi yang diberikan kepada PIHK yang memberangkatkan kloter pertama. "Sesuai dengan keutamaan yang ada pada konteks pertama, maka kami berikan apresiasi dengan acara upacara pelepasan ini sekaligus memberikan bekal berupa doa,” tambahnya.

Nizar yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Yogyakarta itu menyebutkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, harus selalu menjaga niat hati para jemaah. ibadah haji adalah ibadah suci. Jadi perbaiki niat lillahi ta’ala. Kedua, jaga kesehatan, poin ini penting bagi para JCH Indonesia terlebih saat berada di Armuzna (Arafah. Muzdalifah dan Mina). Ketiga, jaga ke-Indonesia-an sebagai bentuk rasa nasionalisme.

"Perilaku dan tindakan harus sesuai dengan Indonesia yang dikenal sebagai jemaah haji tertib, rapi, santun, dan memiliki toleransi yang tinggi," ujarnya.

Menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, M Arfi Hatim, jadwal keberangkatan haji khusus kloter pertama berangkat mulai hari Jumat (19/7/2019) dan kloter terakhir berangkat pada 7 Agustus 2019, dua hari sebelum wukuf. Sedangkan pemulangan kloter awal akan dilaksanakan pada 16 Agustus 2019 dan kloter akhir dijadwalkan pada 1 September 2019.

Tahun ini terdata ada 16.960 jemaah haji khusus yang akan diberangkatkan. Pemberangkatannya akan diurus oleh 270 PIHK (Penyelengara Ibadah Haji Khusus).

Soal masa tunggu keberangkatan haji khusus, Arfi minta jemaah tetap bersyukur. “Para jemaah haji khusus patut bersyukur karena dapat menuju tanah suci.  Sebab bukan hanya haji reguler saja yang memiliki masa tunggu, haji khususpun memiliki masa tunggu sekitar 7 tahun,” tegasnya.(*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration