Kopi TIMES

Tips Memilih PTS

Tips Memilih PTS Muhammad Yunus.
Jum'at, 19 Juli 2019 - 14:40

TIMESINDONESIA, MALANG – SETELAH panitia penerimaan mahasiswa baru untuk seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diumumkan, banyak calon mahasiswa mulai mencari perguruan tinggi swasta (PTS). Tentu proses memilih PTS ini dapat dibilang gampang-gampang susah mengingat keterbukaan informasi yang ada memudahkan calon mahasiswa dengan mudahnya mendapatkan informasi. Namun demikian, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut agar pemilihan itu tidak menghasilkan kekecewaan dikemudian hari.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan PTS pilihannya.

1. Akreditasi Program Studi
Akreditasi adalah penilaian dari pihak eksternal kampus. Akreditasi sebagai wujud jaminan mutu yang dilaksanakan oleh program studi untuk menjamin keberlangsungan mulai dari akademik, penelitian, pengabdian, pembinaan kemahasiswaan, keuangan, sarana prasarana, kurikulumnya, jumlah sumber daya manusianya dan sebagainya. Akreditasi ini diwujudkan dengan nilai A sebagai poin tertinggi, B, dan C. Tanpa mempunyai nilai huruf tersebut dapat dipastikan program studi tersebut belum terakreditasi.

2. Rangking Perguruan Tinggi
Perlu diketahui bahwa Kemristek dikti setiap tahun melalukan pemerangkingan berdasarkan kinerja PT. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia ini berjumlah empat ribuan lebih. Mengetahui mereka yang berada di top 100 akan mrmastikan  masuk PT dengan kinerja yang baik. Kinerja ini sangat penting keberadaannya karena banyak PT yang menyelenggarakan tri dharma tidak serius melakukannya.

3. Jaringan Perguruan Tinggi
Era 21 menuntut kolaborasi yang tinggi. Tanpa adanya kerjasama yang baik atau kolaborasi yang baik rupanya akan mempersulit meningkatkan jaringan selama menjadi mahasiswa. Misalnya saja Kampus Unisma dimana penulis mengabdi mempunyai jaringan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia. Jaringan PT ini penting falam rangka membangun rekognisi PT dimana calon mahasiswa akan kuliah.

4. Jaringan Alumni
Ikatan alumni sangatlah penting keberadaanya. Jaringan ini sangat penting posisinya ketika kelak  mahasiswa lulus dari suatu PT. Alumni yang kuat akan mewarnai kehidupan bermasyarakat. Jaringan alumni akan menjadi tambatan ketika mereka yang baru lulus mencari eksistensi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Dimana tahunya jaringan alumni ini, calon mahasiswa dapat melihat diwebsite kegiatan alumninya. 

5. Prestasi Kemahasiswaan
Tidak kalah penting adalah prestasi kemahasiswaanya. Prestasi ini bukan hanya berupa juara lomba yang diadakan oleh pihak terkait. Prestasi dapat berupa proses kegiatan kemahasiswaan yang disiapkan oleh kampus baik organisasi intra atau ekstra kampus. Semakin ada tanda tanda kehidupan berorganisasi oleh kalangan mahasiswanya maka kampus itu memberikan ruang yang banyak dari kegiatan kemahasiswaan.

Ingat, kesuksesan seseorang bukan semata hanya kecerdasan otak semata tapi kecerdasan emosi dan kematangan berorganisasi bersumbangsih besar terhadap kesuksesan seseorang. Olehnya calon mahasiswa perlu cukup info terkait kehidupan kemahasiswaan ini. Berapa banyak unit kreativitas yang ada, dan bagaimana kedekatan dosen mahasiswa dalam meningkatkan itu semua.

6. Recognisi Nasional dan Internasional
Ini terkait dengan keberadaan dosennya dalam melakukan publikasi nasional dan internasional. Setiap kampus mempunyai tokoh bidang tertentu. Kenali mereka, cari informasi itu sebanyak mungkin. Tanya kanan kiri sehingga mempunyai informasi yang cukup terkait recognisi ini.

7. Perhatian terhadap Kegiatan Keagamaan
Poin terakhir ini mungkin sedikit melenceng, tapi hal ini sangatlah penting. Kegiatan keagamaan tidak bisa lepas dari peningkatan intelektualitas semata. Intelektualitas dibangun, spiritualitas harus terus diasah. Keseimbangan inilah sesungguhnya yang akan mengantarkan kesuksesan seseorang bukan hanya didunia tapi juga diakhirat. 

Tujuh tips ini tentu tidak cukup, tapi setidaknya dapat dijadikan bekal untuk mengarungi kehidupan berkampus selanjutnya. Sukses selalu.*

 

Muhammad Yunus. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Malang (Unisma).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration