Gaya Hidup

Catat! Ini Bahaya Menahan BAB bagi Kesehatan

Catat! Ini Bahaya Menahan BAB bagi Kesehatan Ilustrasi. (Romix Image/Shutterstock)
Jum'at, 19 Juli 2019 - 05:37

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anda termasuk orang yang sering menahan BAB (buang air besar) atau tidak? Tahukah Anda menahan BAB terlalu sering tidaklah baik untuk kesehatan. Menahan BAB bisa memicu berbagai penyakit berikut ini.

1. Sembelit

Menahan BAB juga bisa menyebabkan sembelit. Feses yang ditahan untuk keluar akan menumpuk di usus besar, akibatnya fases akan mengeras. Akibat dari sembelit ini, Anda harus menggunakan tenaga ekstra untuk bisa mengeluarkan fases dari dalam perut.

2. Ambeien

Ambeien terjadi berawal dari sembelit. Kebiasaan menunda buang air besar hingga terlalu lama akan menyebabkan ambeien. Seperti yang Anda ketahui bahwa ambeien bisa menyebabkan ketidaknyamanan bahkan rasa sakit pada anus, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Obstruksi usus

Mengerasnya fases di dalam usus akibat menahan BAB terlalu sering, akan menyebabkan obstruksi usus. Penyakit ini biasanya akan mengganggu saluran pencernaan karena makan dan juga cairan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya kompilasi dari perlengketan usus, kanker usus besar, dan hernia.

4. Kanker usus besar

Penyakit yang akan timbul akibat menahan BAB terlalu sering adalah kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena fases yang lama tertahan di dalam usus berkontak lama dengan sel-sel permukaan usus besar. Penyakit ini cukup berbahaya, sehingga Anda harus segera melakukan penanganan ke rumah sakit.

5. Komplikasi

Bahaya menahan BAB menyebabkan kotoran mengeras dan menumpuk dalam pencernaan. Kondisi ini menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan atau komplikasi. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang tua atau mereka yang jarang bergerak atau beraktivitas, terutama yang menggunakan obat opioid berat. Jika kondisinya parah dan tidak segera mendapatkan penanganan, kemungkinan buruknya akan menyebabkan kematian. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Loading...
Registration