Peristiwa - Daerah

Tim Destana PMI Menggelar Sosialisasi Bencana Gempa ke Warga Tambakrejo Blitar

Tim Destana PMI Menggelar Sosialisasi Bencana Gempa ke Warga Tambakrejo Blitar Tim Teknis Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana PMI dalam Ekspedisi Destana, Amirul Yasin menyampaikan sosialisasi Gempa ke warga pesisir pantai Desa Tambakrejo kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Kamis (18/7/2019). (FOTO: Sholeh/TIMES Indonesia)
Kamis, 18 Juli 2019 - 20:44

TIMESINDONESIA, BLITAR – Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami 2019 Dari Palang Merah Indonesia (Destana PMI) menggelar sosialisasi bencana gempa dan tsunami kepada warga pesisir pantai Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Kamis (18/7/2019).

Menurut anggota tim Teknis Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana PMI dalam Ekspedisi Destana, Amirul Yasin, tujuan sosialisasi itu untuk memberikan informasi sepenuhnya tentang ancaman gempa yang ada di pesisir pantai.

"Karena desa Tambakrejo ini berada di pesisir Jawa bagian selatan yang rentan terhadap gempa. Perkara kapan datangnya, Ada tidaknya, kita juga tidak tahu. Semoga kita tidak merasakan (gempa)," katanya kepada warga yang sedang beraktivitas di pantai Tambakrejo.

Menurut pria yang akrab disapa Yasin itu, gempa kapan saja bisa datang tanpa ada tanda. Tidak seperti bencana lain misalnya banjir didahului hujan, gmau meletus pasti ada getaran, dan tsunami kalau mau datang pasti ada gempa dulu.

"Kalau tidak ada gempa, tidak ada tsunami kecuali ada longsoran bawah air seperti yang terjadi di Pangandaran. Makanya di sini kita juga harus waspada," ujarnya

Ketika terjadi gempa, dikatakannya, kita harus menyiapkan diri bukan berarti harus melawan gempa tetapi kita harus tahu manajemennya seperti apa.

Lari boleh, ketika kita bisa keluar dari rumah tetapi kalau tidak bisa lebih baik pergi ke pojokan rumah untuk menghindari reruntuhan. "Jangan sembunyi di bawah meja, kalau toh tidak ada pojokan kita berdiri di tiang supaya terhindar dari genteng jatuh," sambung Yasin.

Selanjutnya dia mengimbau warga untuk tidak membiasakan kunci rumah dilepaskan dari pintu karena menurutnya, begitu terjadi gempa pada malam hari, akan menyita waktu ketika kita akan keluar rumah.

Dia juga menekankan warga ketika terjadi gempa, untuk tidak menunggu pengumuman dari pemerintah atau TV tentang potensi tsunami. "Segera evakuasi diri dan keluarga cari tempat yang tinggi minimal 30 meter," sambungnya.

Yang juga tidak kalah penting, dikatakan Yasin, kita harus menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting seperti kartu keluarga, surat nikah, ijazah akte lahir, surat tanah dan lain lain yang dijadikan satu di tas dan ditutup plastik kedap air. Selain itu tas siaga bencana berisi bahan makanan minimal untuk satu keluarga seperti mi instan dan air mineral di botol.

"Nomor telpon penting, puskesmas, polisi PMI dan juga foto keluarga harus ada di tas itu. Karena ketika bencana, ada orang mencari kelurga dengan ada foto akan lebih mudah," tegas amggota tim Ekspedisi Destana PMI ini. (*)

Jurnalis : Muhammad Sholeh
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Blitar

Komentar

Loading...
Registration