Ketahanan Informasi

TMMD Kodim Tegal Diapresiasi Pangdam IV Diponegoro

TMMD Kodim Tegal Diapresiasi Pangdam IV Diponegoro Apresiasi Pangdam IV Diponegoro kepada masyarakat Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui Letkol Infanteri Mustaghfirin, Ketua Tim Asistensi dari Inspektorat Staf Teritorial Kodam. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Kamis, 18 Juli 2019 - 13:09

TIMESINDONESIA, TEGAL – Progres pembangunan yang telah dilakukan dan sedang berjalan di Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui TMMD Kodim Tegal mendapatkan asistensi dari Inspektorat Staf Teritorial Kodam IV Diponegoro, yang diketuai oleh Letkol Infanteri Mustaghfirin, Kamis (18/7/2019).

Disampaikan Letkol Mustaghfirin setelah kontak langsung via telepon dengan Pangdam, Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E, M.M, bahwa Pangdam sangat mengapresiasi kerjasama serta antusias masyarakat Jatimulya yang sangat tinggi dalam mewujudkan jalan pertanian yang diperkeras dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jalan akan memudahkan petani dalam mengangkut pupuk, hasil panen dan sebagainya. Antusias warga menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat bukan hanya sebatas konsep atau kata-kata, namun terlihat disini,” ucapnya saat diwawancarai jurnalis di lokasi makadam yang sedang dibangun sepanjang 1,6 kilometer lebar 3 meter.

Terkait pelajar SDN 03 Jatimulya yang ramai membantu Satgas TMMD, Mustaghfirin menyatakan bahwa sinergitas dalam pembangunan ini bukan hanya TNI-Rakyat saja, melainkan segenap komponen pemerintahan, termasuk seluruh elemen masyarakat yang terkandung pelajar di dalamnya.

“TMMD ini sedang membangun jalan masyarakat, sehingga agar awet maka pemeliharaan kedepannya harus dilakukan masyarakat untuk generasi selanjutnya,” harapnya.  

Jika terdapat kesulitan, hendaknya dilaporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, sehingga cepat ditindaklanjuti dalam Musrenbangdes secara bottom up. Sementara ditanya tentang nenek-nenek dengan umur lebih dari 70 tahun ikut membantu membangun jalan, Letkol tersebut juga mengapresiasi semangat yang tidak bisa dipandang dari segi umur.

“Bukan tenaga yang nenek itu berikan, melainkan mencintai desa dan masyarakatnya melalui semangatnya. Dengan semangat itu akan  menimbulkan tenaga, namun jika ada tenaga tanpa keikhlasan, maka tidak akan terpacu berkontribusi dalam kewajiban pembangunan,” ungkapnya. (*)

Jurnalis : Aan Setyawan (CR-146)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration