Peristiwa - Daerah

Ketum PBNU: Peradaban Islam di China Berhubungan Erat dengan Cikal Bakal NKRI 

Ketum PBNU: Peradaban Islam di China Berhubungan Erat dengan Cikal Bakal NKRI  Diskusi Bedah Buku 'Islam Indonesia dan China Pergumulan Santri Indonesia Di Tiongkok' di Gedung PBNU (FOTO: Rizki Amana/TIMES Indonesia)
Rabu, 17 Juli 2019 - 17:44

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj mengatakan bahwa peradaban Islam di China sangat berhubungan erat dengan latarbelakang lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pasalnya, sejarah panjang di masa kekaisaran China dengan kerajaan Indonesia kerap berhububgan dalam perjalanan pembangunan Indonesia semasa Indonesia masih dalam bentuk kekerajaan. 

"Pasukan China bertemu seorang dai Cirebon namanya Raden Wijaya. Ringkas cerita tanpa pasukan China tidak ada Majapahit," katanya dalam acara bedah buku 'Islam Indonesia dan China' di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Dia melanjutkan, adanya kerajaan Majapahit adalah cikal bakal lahirnya NKRI. Sebab, kerajaan Majapahit memiliki ambisi besar dalam mempersatukan kepulauan yang berada dalam teritorial wilayah nusantara Indonesia melalui Sumpah Palapa yang menjadi acuan dalam terbentuknya Sumpah Pemuda. 

"Sumpah Palapa itu yang menginspirasikan manifesto politik kebangsaan tahun 1928 yaitu Sumpah Pemuda. Satu Bangsa, Satu Nusa, Satu Bahasa," papar Kiai Said.

Di sisi lain, perjalanan sejarah tersebut turut pula membuat awal mula Islam berkembang di negeri tirai bambu. Pasalnya, masa kekhalifahan di Timur Tengah berkontribusi akan perjalanan kekaisaran di China tepatnya tahun 1755. 

"Pemberontakan tahun 1755 di situlah Kaisar Zhong Yun datang pula minta tolong pada pasukan Islam untuk membantu dinasti ini. Pasukannya dari Persia dan Arab mereka datang untuk membantu kaisar," jelas Said. 

Maka darinya, dari latar belakang tersebut Islam turut pula membesarkan diri di China dengan berbagai peradaban asal pemeluknya baik itu Timur Tengah, maupun Indonesia. Terutama bagi pembentukan NKRI dan pertumbuhan Islam Nusantara di China. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration