Kopi TIMES

Profesionalisme Koperasi di Era Digital 4.0

Profesionalisme Koperasi di Era Digital 4.0 Harisah, SE.Sy, M.Sy Dosen IAIN Madura. (Grafis: TIMES Indonesia)
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:56

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Di era digital yang semakin maju dan dipenuhi dengan dunia teknologi (Era Digital 4.0), tidak terlepas dengan media sosial yang sangat berkembang pesat sehingga memicu kehidupan untuk semakin maju dan berkembang. Terutama dalam pengetahuan dan penggunaan teknologi untuk bisa bersaing dalam setiap keadaan.

Begitu juga dengan kehidupan koperasi yang selalu ditunggu update-nya oleh semua kalangan terutama bagi pelaku koperasi. Koperasi yang merupakan lembaga keuangan dengan berbasis keanggotaan yang memiliki tujuan mulia dengan memakmurkan anggota.

Utamanya masyarakat luas yang nantinya juga akan menjadi anggota koperasi dengan berbagai aspek didalamnya, yang dimuat untuk menyetabilkan kehidupan koperasi, sehingga bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Bahkan bisa bersaing dengan para pelaku bisnis untuk sama-sama membangun manajemen keuangan yang berkualitas.

Koperasi pada umunya sudah beroperasi dengan dua sistem. Yaitu, sistem konvensioal dan syariah. Keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk memajukan keungan anggota pada khususnya dan perekonomian nasional pada umunya. Keduanya memiliki beberapa perbedan dalam operasional yaitu pada akad yang digunakan. 

Koperasi sudah memiliki beberapa sistem sebagai bentuk kemandirian dan kesiapan koperasi berkompetesi di era digital 4.0 dengan menjadikan lembaga koperasi standar bankable dan modern, sehingga cita-cita Negara terealisasi “Ekonomi rakyat Indonesia harus bersendi pada koperasi, yakni rakyat belajar berdiri sendiri (Mohammad Hatta)”.

Koperasi di Indonesia sangat memiliki peluang untuk meraih pangsa pasar yang besar diskala internasional dengan kemampuan masyarakat pada era milenial yang mengutamakan penggunaan teknologi dan eksis di media sosial.

Koperasi bisa dikatakan sebagai jawaban pada permasalahan ekonomi yang sangat menindasi masyarakat menengah ke bawah. Namun, hal ini harus juga melihat tantangan pada generasi muda saat ini yang berada pada era milenial. Maka untuk menembus pangsa pasar koperasi harus memiliki inovasi produk apa dan bagaimana strategi untuk merangkul segmen pasar. 

Penggunaan teknologi dengan biaya murah juga bisa menjadi konsen bagi koperasi yang ingin melakukan efisiensi investasi. Namun, ekspansif dengan memaksimalkan platform online, atau kerjas sama dengan marketplace yang telah memiliki basis viewers atau followers generasi milenial sehingga berpotensi sebagai ruang marketing produk koperasi yang lebih beragam dan ter-update.

Koperasi sudah memiliki partner kerjassama berupa perusahaan inovasi teknologi era digital 4.0 seperti perusahaan teknologi yang menyediakan apikasi dengan fitur layanan dari Core Keuangan Koperasi dan IT, Mobile Era Digital 4.0 berupa mesin EDC, Mobile Kolektor Android, Mobile Transaksi Android, dan mesin ATM sehingan koperasi sudah terasa bankable. (*)

* Penulis adalah Harisah, SE.Sy, M.Sy Dosen IAIN Madura

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Loading...
Registration