Pendidikan

Mahasiswa Australia Presentasikan Desain Arsitektur Tourism Concept

Mahasiswa Australia Presentasikan Desain Arsitektur Tourism Concept Andrew Raymond Stok mempresentasikan desain arsitektur Tourism Concept. (FOTO: Humas UMY/TIMES Indonesia)
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:13

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAMahasiswa Curtin University Australia mempresentasikan desain arsitektur tourism concept di gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa waktu lalu. Mereka adalah Andrew Raymond Stok, Leslie Katherine Lopez Sagastegui, dan Spencer Louis Sturcke.

Arsitektur yang dipresentasikan adalah tentang Tourism Concept yang terletak di dekat Bandara Yogyakarta International Airport, tepatnya Nampurejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program internship yang dinamai New Colombo Plan. Program ini implementasi dari kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMG) dengan Curtin University. Tujuannya, untuk mencapai tujuan menjadi International Reputable University pada 2020 mendatang.

Tiga dari lima mahasiswa yang melakukan presentasi hasil dari pekerjaan mereka selama program internship berupa desain.

Andrew Raymond Stok mengatakan, proyek yang mereka kerjakan adalah suatu rancangan modern. “Desain arsitektur ini memiliki tujuan agar dapat digunakan sebagai transit oleh turis asing maupun lokal. Di dalamnya ada beberapa fasilitas lengkap dengan suasana asri serta budaya yang melekat,” kata Andrew.

Tempat Tourism Concept nantinya akan dikelilingi oleh pohon mahoni tinggi besar yang memang sudah ada di daerah Nampurejo sehingga menawarkan keasrian tempat tersebut.

Tourism Concept akan dikelilingi pohon mahoni, dan kemudian fasilitas di dalamnya ada tempat ibadah, ruang terbuka yang dapat digunakan sebagai tempat gathering, meeting, dan bisa juga pasar malam. Serta ada desain bangunan yang kental dengan budaya Yogyakarta dan Jepang,” jelas Andrew.

Tentu saja selama beberapa minggu melaksanakan program internship ada kesan yang mereka rasakan mengenai Indonesia khususnya selama mereka tinggal di Yogyakarta. Mereka diberikan penginapan di Unires UMY selama masa internship tersebut, dan salah satu dari mereka mengatakan senang dan nyaman tinggal di Yogyakarta.

“Saya senang bisa melaksanakan program ini di UMY, karena ini merupakan pengalaman yang berbeda untuk saya pribadi. Awalnya saya berpikir internship ini hanya memiliki satu program atau proyek saja, tapi ternyata kami harus melaksanakan beberapa. Tapi selama itu saya mendapatkan kesempatan untuk melihat banyak hal berbeda dan belajar banyak tentang budaya dan betapa bedanya kehidupan di sini dengan di Australia, karena kehidupan di Australia seperti hanya lurus-lurus saja,” imbuh Andrew.

Keramahan yang memang identik dimiliki oleh warga Indonesia juga menjadi poin yang disebutkan Andrew tentang nyamannya tinggal di Indonesia khususnya Yogyakarta. Selain itu ia juga memiliki harapan agar kerjasama ini dapat terus berlanjut.

“Orang di Indonesia ramah-ramah seperti yang saya dapatkan di UMY. Semoga kerjasama antara kedua universitas bisa terus berlangsung, dan kedepannya dapat lebih baik lagi terutama mengenai organisme pelaksanaan program,” paparnya.

Jika dihitung mereka masih memiliki dua minggu lagi sebelum pulang kembali ke Australia pada tanggal 2 Agustus mendatang. Di sisa waktu tersebut, mereka masih memiliki tugas yang diberikan oleh Executive Director of Cooperation and International Affairs UMY, Eko Priyo Purnomo.

“Terima kasih atas kerja kerasnya selama internship, kerja bagus. Setelah ini diharapkan kalian bisa menyelesaikan satu tugas lagi yaitu membuat desain bangunan renovasi yang ada di kampus Universitas Ahmad Dahlan,” kata Eko kepada mahasiswa Australia yang mempresentasikan Desain Arsitektur Tourism Concept. (*)

Jurnalis : Ahmad Tulung
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration