Peristiwa - Daerah

Terima Pataka Destana Tsunami, Benny: Simbol Penguatan Desa Tangguh Bencana

Terima Pataka Destana Tsunami, Benny: Simbol Penguatan Desa Tangguh Bencana Tjahjo Widodo (kanan) memberikan Pataka Destana Tsunami ke Benny Sampir Wanto di Ampelgading, Malang. (foto: times indonesia network)
Selasa, 16 Juli 2019 - 18:43

TIMESINDONESIA, MALANG – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan III Jatim di Malang, Benny Sampir Wanto, menerima Pataka Destana Tsunami Regional Jawa Timur 2019 dari Kabakorwil V Jatim di Lumajang, R. Tjahjo Widodo. Serah terima dilakukan di perbatasan Desa Sidorengggo, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Selasa (16/7/2019). 

Hadir dalam kegiatan ini Mayjen TNI (Purn ) Prof Dr Syamsul Maarif, S.lo M.H, guru Besar UNHAN  yang sekaligus sebagai inisiator Ikatan Ahli Bencana Indonesia.

Prosesi penerimaan Pataka  Destana Tsunami ini diawali dengan penyerahaaan pataka dari Kalaksa Lumajang kepada Kabakorwil V Jatim. Selanjutnya diserahkan ke Kabakorwil III Prov. Jatim di Malang. Terakhir, pataka diserahkan kepada Kalaksa Malang.

"Serah terima pataka ini sebagai penanda usai dan mulai masuknya kegiatan penguatan desa tangguh bencana dari sebuah wilayah ke wilayah lainnya," ujar Benny Sampir Wanto.

Dijelaskan, untuk penguatan ketangguhan terhadap bencana di wilayah pesisir selatan Jatim di wilayah Bakorwil III, dimulai tanggal 16 - 19 Juli. Masing-masing meliputi 34 desa. Yakni Kabupaten Malang 19 desa dan Kabupaten Blitar 15 desa. 

Terkait materi penguatan ketangguhan bencana, Kabakorwil III Prov Jatim ini menambahkan beragam kegiatan dilakukan  oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Di antaranya sosialisasi dan penguatan aparatur desa, inventarisasi kesiapsiagaan menghadapi bencana, penanaman vegetasi, serta penyelenggaraan panggung pertunjukkan dan api unggun kesiapsiagaan masyarakat. 

Sementara,  Kepala BPBD Jatim, Subhan Wahyudiono, menjelaskan mulai tanggal 12-22 Juli. Diawali dari Kabupaten Banyuwangi dan berakhir di Pacitan. Kegiatan ini sendiri, lanjutnya, dilakukan di 25 kabupaten di 5 provinsi di Jawa. Yakni Jatim, Jateng, Jabar, DIY, dan Banten.

Dijelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menginformasikan potensi ancaman tsunami, mengidentifikasi awal ketangguhan desa rawan tsunami, dan mensosialisikan desa tangguh bencana tsunami pada masyarakat dan aparat di desa, kelurahan, kecamatan, serta kabupaten.

"Sebanyak 200 orang Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Pusat hadir di setiap kabupaten yang dikunjungi," jelasnya. 

Tim Destana Tsunami beranggotakan para pemangku kepentingan, seperti BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Neferi, Kementerian Desa, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian Sosial. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Loading...
Registration