Peristiwa - Daerah

Kursi Wagub DKI Jakarta Masih Kosong, Mendagri RI: Mosok Dua Enggak Bisa Kompak

Kursi Wagub DKI Jakarta Masih Kosong, Mendagri RI: Mosok Dua Enggak Bisa Kompak Mendagri RI Tjahjo Kumolo (FOTO: Doc TIMES Indonesia)
Selasa, 16 Juli 2019 - 19:03

TIMESINDONESIA, JAKARTAMendagri RI Tjahjo Kumolo menegaskan, dia tidak mempunyai kewenangan dalam penetapan Wakil Gubernur DKI Jakarta (Wagub DKI Jakarta), yang sudah lama kosong sejak Agustus 2018 silam. 

"Tidak ada aturannya ya. Aturannya itu UU Pilkada dan kewenangan partai pengusung menyerahkan kepada gubernur dan gubernur membawa nama ke DPRD untuk melakukan sidang memilih dari satu hingga tiga nama," ujar Tjahjo di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Kata dia, proses pemilihan Wagub DKI harusnya bisa berlangsung lebih cepat karena pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI hanya diusung oleh dua partai politik. "Padahal hanya dua partai pengusung, mosok dua enggak bisa kompak," imbuhnya.

Menurutnya, meski berdasarkan UU Pilkada yang menyatakan bahwa hingga waktu 18 bulan sampai habisnya masa jabatan gubernur atau wakil gubernur boleh tidak isi, namun Tjahjo menyarankan Anies mencari pengganti Sandiaga Uno.

"Memang ada aturan kalau sampai 18 bulan sampai habisnya masa jabatan gubernur atau wagub boleh tidak diisi, ini kan belum 18 bulan baru hampir setahun masih lama kan harusnya diisi, tapi tidak ada kewenangan dari kami memaksa, tidak ada," ucap Tjahjo.

Meski demikian, Tjahjo membantah dirinya tidak peduli dengan kekosongan wakil gubernur DKI Jakarta sejak Sandiaga Uno memutuskan meninggalkan jabatannya untuk fokus dalam pencalonannya menjadi wakil presiden bersama Prabowo Subianto.

"Kami sudah buat surat ke DPRD dan gubernur (DKI Jakarta). Ini bukan salahnya Anies karena tergantung pada partai pengusung, kuncinya di partai pengusung," tandas Mendagri RI Tjahjo Kumolo soal kekosongan kursi Wagub DKI Jakarta(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Loading...
Registration