Olahraga

Max Atlet Berwajah Tampan Peraih Medali Emas Porprov Jatim 2019

Max Atlet Berwajah Tampan Peraih Medali Emas Porprov Jatim 2019 Max, Atlet berwajah tampan (kaos biru) berfoto bersama Jeanette Christesha Benen dan saudara kembarnya Shawn Michael Benen. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 
Senin, 15 Juli 2019 - 23:46

TIMESINDONESIA, BATU – Usianya masih 15 tahun, saat ini atlet Paralayang Kota Batu ini masih duduk di kelas 9 SMP Immanuel Kota Batu. Namun siapa sangka, Max, atlet berwajah tampan ini baru saja mendapatkan medali emas dari Cabang Paralayang nomor Ketepatan Mendarat Perorangan Putra dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VI 2019 (Porprov Jatim 2019) beberapa waktu lalu.   

Jangankan orang lain, sang atlet Maxwell Christephane Benen pun tidak menyangka bakal menjadi juara dalam cabor bergengsi Paralayang yang dilaksanakan di Venue Bukit Glodagan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Tuban ini.

atlet-Paralayang-Max-2.jpg

Terlebih, Porprov VI Jatim ini merupakan kejuaraan kedua yang pernah diikutinya. Kejuaraan pertama yang diikutinya adalah Cobra Paragliding Open yang diselenggarakan Kostrad di Kota Batu. Pada even ini, Max, panggilan akrab pemuda ini, meraih juara 1.

Meraih medali emas Porprov merupakan sukses kedua yang diraihnya. Kepiawaiannya mengendalikan parasut di tengah derasnya angin Bukit Glodagan membawanya menjadi juara. “Saya kurang yakin sebenarnya, karena pesaing banyak yang pinter-pinter dan baru kali ini, saya terbang di tempat ini,” katanya.

Bahkan saat berhasil menginjakkan kaki di posisi 0 (sempurna) ia pun masih belum menyangka. Saat dipastikan ia mendapatkan medali emas pun, Max sampai tidak bisa tidur. “Antara kaget dan senang. Medali ini saya persembahkan untuk Kota Batu,” katanya.

Pemuda kelahiran 11 Desember 2004 ini, hanya menjajaki medan saat uji coba terbang saja, namun hal itu cukup untuk membawa pemuda ini memenangkan pertandingan.  Max memang dibesarkan di keluarga atlet paralayang, ayahnya adalah Manager dan Pelatih Tim Paralayang Kota Batu, Bayu Krisna.

Sang ibu, Stephanie Fajar Ria meskipun bukan seorang atlet, sangat setia mendampingi keluarganya saat berlatih maupun bertanding. Kakak Max, Jeanette Christesha Benen sudah lama menggeluti olahraga menantang ini.

Sementara Max bersama saudara kembarnya Shawn Michael Benen baru satu tahun ini menggeluti paralayang. “Awalnya saya sama sekali tidak tertarik, datang ke lokasi hanya bantu-bantu melipat, melihat ayah dan kakak sering terbang saya kok tertarik berlatih,” ujar pemuda yang tercatat sudah 222 kali terbang ini.

Kelas VII SMP ia mulai belajar ground handling atau latihan mengontrol payung. Caranya dengan belajar mengembangkan parasut. Hingga akhirnya kelas VIII SMP barulah ia terbang di angkasa.

“Pernah satu ketika, angin begitu kencang, waktu pendaratan saya terseret membuka kaki saya terluka. Bukannya kapok, saya malah bertambah kepingin sekali terbang,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam kondisi ini ia mendapatkan dukungan penuh dari seluruh keluarganya, bahkan ia sering sharing dengan saudara kembarnya, Michael terkait latihan yang dijalani. Seringkali saudara kembarnya ini mengingatkan Max, jika terjadi kesalahan teknik atau terlampau tinggi menggambil posisi.

Max sangat menikmati olahraga ini, bahkan tidak jarang, saat santai ia terbang sambil mendengarkan musik rock berjudul Avenged Sevenfold. “Seakan saya mendengarkan musik di langit, sensasinya luar biasa,” kata Max.

Sejatinya, atlet paralayang ini suka bermain musik. Alat musik yang paling suka dimainkannya adalah gitar. Bukan untuk sebuah pagelaran seni, tapi ia suka memainkan gitar disela-sela obrolan dengan teman-teman sepermainannya.

Max atlet berwajah tampan ini berharap raihan medali emas Porprov Jatim 2019 ini bisa menjadi batu loncatan, agar ia bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional seperti atlet paralayang pujaannya yakni Jafro Megawanto. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Loading...
Registration