Kesehatan

Studi: Lari Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung dan Stroke

Studi: Lari Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung dan Stroke ILUSTRASI - Olahraga Lari Pagi atau Jogging. (FOTO: Cosmopolitan Indonesia)
Selasa, 16 Juli 2019 - 06:31

TIMESINDONESIA, JAKARTAOlahraga lari termasuk olahraga yang mudah dilakukan. Meski termasuk olahraga sederhana, lari dapat mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sekitar 30 persen dan 45 persen akibat penyakit jantung atau stroke. Begitu menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology.

Orang yang berlari kurang dari satu jam dalam seminggu mendapatkan manfaat kesehatan yang sama seperti orang yang berlari lebih lama, apa pun jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, kondisi kesehatan, atau status merokoknya.

Para peneliti menemukan, di samping mengurangi risiko kematian, berlari juga bisa memperpanjang usia harapan hidup. Menurut mereka, rata-rata orang yang senang berlari atau pelari dapat hidup tiga tahun lebih lama dibandingkan yang bukan pelari.

Sementara itu, menurut kardiolog lain sekaligus wakil penulis studi, Carl Lavie, berlari secara konsisten bahkan dapat mengimbangi faktor risiko kematian lain, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, dan merokok.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti memeriksa lebih dari 50 ribu orang dewasa berusia 18-100 tahun selama lebih dari 15 tahun. Mereka menggunakan data dari Aerobics Center Longitudinal Study.

Dalam studi itu, para partisipan menyelesaikan kuesioner mengenai kebiasaan lari mereka. Berdasarkan sampel, sekitar 24 persen partisipan dilaporkan menjadikan lari sebagai bagian dari latihan saat senggang.

Para peneliti juga menemukan partisipan yang lari terus menerus selama lebih dari enam tahun mendapatkan manfaat kesehatan yang paling signifikan, yakni 29 persen lebih rendah berisiko meninggal secara keseluran dan 50 persen lebih rendah meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Lavie mengatakan studi ini hanya memeriksa olahraga lari sebagai latihan yang dilakukan saat senggang. Menurutnya, latihan fisik dapat diterjemahkan dalam aktivitas lain, seperti bersepeda atau berjalan. Bagaimanapun, lari lebih intens dibandingkan aktivitas lain. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : Antara News

Komentar

Loading...
Registration