Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Nasional

BNPB: 2 Orang Meninggal, 2.000 Lebih Mengungsi Akibat Gempa Maluku Utara

BNPB: 2 Orang Meninggal, 2.000 Lebih Mengungsi Akibat Gempa Maluku Utara Ilustrasi Gempa. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Senin, 15 Juli 2019 - 18:11

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, gempa bumi magnitudo 7,2 yang terjadi pada Minggu (14/7/2019) di wilayah Maluku Utara mengakibatkan 2 meninggal dunia dan lebih dari 2.000 orang mengungsi di 14 titik pengungsian.

Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Agus Wibowo, M.Sc menuturkan, dua korban meninggal teridentifikasi berasal dari Desa Gane Luar dan Desa Papaceda. Sedangkan pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Bacan Selatan. Jumlah penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang.

Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. "Pemkab Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 - 21 Juli 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2019).

Gempa juga berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain. Kerusakan unit rumah di Desa Ranga ranga, Kecamatan Gane Timur 20 unit, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit. 

Ketiga desa ini berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Kerusakan rumah di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah 5 unit, sedangkan kerusakan 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa.

Hingga kini beberapa kendala dihadapi dalam penanganan darurat. Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun. 

Rute yang dapat ditempuh yaitu rute Ternate - Sofifi melalui speed boat dan dilanjutkan perjalanan darat dari Sofifi menuju ke Saketa. Kemudian Ternate ke Labuha dengan pesawat atau kapal ferry. Labuha menuju ke Saketa membutuhkan waktu 5 jam dengan speed boat.

Dalam laporan BPBD Halmahera Selatan, masyarakat pesisir pantai masih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. 

Beberapa gempa susulan tercatat setelah gempa bermagnitudo 7,2 tersebut. BMKG mencatat 65 kali gempa susulan dengan kedalaman rata-rata 10 km hingga 15 Juli 2019, pukul 07.00 WIB. (*)

Jurnalis :
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration