Pendidikan

Tahun Ajaran Baru, Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi Mulai Diterapkan di Lamongan

Tahun Ajaran Baru, Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi Mulai Diterapkan di Lamongan Bupati Lamongan Fadeli menunjukkan buku pembelajaran pendidikan anti korupsi yang dimasukkan sebagai insersi implementasi pembelajaran, di SMP Negeri 1 Lamongan, Senin, (15/7/2019). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)
Senin, 15 Juli 2019 - 11:58

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran 2019/2020, menjadi awal diterapkannya kurikulum pendidikan anti korups mulai jenjang TK sampai SMA di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Ada 9 karakter kurikulum anti korupsi, contohnya pendidikan agama di dalamnya ada masalah disiplin, kejujuran, ada masalah tanggung jawab, di tingkat Di Lamongan TK, SD, SMP, dan SMA yang masuk di mata pelajaran-pelajaran yang ada di sini,” kata Bupati Lamongan Fadeli, saat meninjau pertama kali masuk sekolah di SMP Negeri 1 Lamongan, Senin, (15/7/2019).

Sebagai informasi, di Kabupaten Lamongan, pembelajaran pendidikan anti korupsi tersebut dimasukkan sebagai insersi implementasi pembelajaran.

Contohnya, seperti di SMP, ada tujuh mata pelajaran yang menjadi insersi. Yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Pendidikan anti korupsi yang ditambahkan di kurikulum untuk jenjang TK, SD, SMP dan SMA ini, telah di launching pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2019 lalu ini, sudah ditetapkan dalam Peraturan Bupati nomor 18 2019, tentang pendidikan anti korupsi.

“Kita dengan Peraturan Bupati dan aplikasi-aplikasinya. Ini nanti akan saya minta pak Inspektur mengecek ke sekolah tentang realisasi pembelajaran di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Didampingi Kepala Inspektur pada Inspektorat Lamongan, Agus Suyanto, Kepala Dinas Pendidikan, Adi Suwito, dan Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Fadeli berharap, bisa menunjukkan karakter yang dikembangkan di sekolah.

“Kita terus sosialisasikan terus dari bawah, mulai dari anak-anak sekolah ini, kita beri tanggung jawab yang lebih besar, kejujuran,” ucap Fadeli.

Fadeli pun berpesan, para orang tua akan nilai anaknya. “Jangan orang tua itu kalau anaknya nilainya jelek, minta nilainya baik, kepada bapak ibu guru, saya harapkan itu jadi komitmen. Jadi peran orang tua, guru, yang sangat menentukan,” tuturnya usai melihat-lihat penerapan kurikulum pendidikan anti korupsi di Lamongan. (*)

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Loading...
Registration