Gaya Hidup

Kampanye #BeatDiabetes, Upaya Meluruskan Berita Hoaks Kesehatan

Kampanye #BeatDiabetes, Upaya Meluruskan Berita Hoaks Kesehatan Salah kegiatan #BeatDiabetes untuk meluruskan Hoax Soal Kesehatan di Yogyakarta. (FOTO: Soni Haryono/TIMES Indonesia)
Minggu, 14 Juli 2019 - 18:22

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sebuah laporan terbaru yang dirilis Kemkominfo RI menyatakan berita hoaks kesehatan terbanyak setelah berita hoaks politik.

"Hoaks kesehatan menempati peringkat kedua terbanyak setelah hoaks politik, yaitu sebanyak 126 kasus sepanjang Agustus 2018-Februari 2019," kata Yulianus Kurniawan Dengi, Marketing Promotion Executive PT Nutrifood Indonesia DI Yogyakarta saat kampanye Tropicana Slim #BeatDiabetes di Yogyakarta Minggu (14/7/2019).

Pihaknya juga mengutip data Dewan Pers Indonesia yang menyatakan bahwa 95% informasi kesehatan yang tersebar di WhatsApp adalah hoaks atau juga mitos.

Kampanye #BeatDiabetes itu digelar dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional pada 12 Juli 2019 lalu. "Kami mengajak masyarakat Indonesia tingkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan," ujarnya.

Menurut dr. Dante Saksono, SpPD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK UI/RSCM hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penyandang diabetes telah naik menjadi 8,5%, dari 6,9% (Riskesdas 2013).

Selain itu, menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, sebanyak 10,3 juta jiwa masyarakat Indonesia merupakan diabetesi, membuat Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar.

"Beredarnya informasi hoaks kesehatan di masyarakat, termasuk tentang diabetes, tentunya dapat memperburuk kondisi yang ada," ujarnya.

Pihaknya pun mengapresiasi kampanye #BeatDiabetes untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dan berhati-hati dalam menanggapi berbagai isu kesehatan yang beredar di masyarakat.

Dante menambahkan salah satu informasi yang sering keliru di masyarakat adalah terkait pemanis rendah kalori. Nyatanya, pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir sudah lazim dipakai sebagai alternatif penggganti gula, serta mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga sudah terbukti aman dikonsumsi.

Menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas maksimum konsumsi gula seseorang hanya 4 sendok makan perhari. Hadirnya pemanis rendah kalori dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang perlu membatasi asupan gula hariannya.

Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim menambahkan masyarakat Indonesia juga masih berpersepsi bahwa ‘makanan sehat itu pasti kalah nikmat dibandingkan makanan tidak sehat’. Persepsi ini keliru.

Melalui acara #BeatDiabetes hari ini, pihaknya menghadirkan festival makanan minuman dengan berbagai sajian makanan minuman bebas atau rendah gula dan tetap nikmat, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi diabetesi.

"Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi gula harus dibatasi namun rasa manis tetap dapat dinikmati," ujarnya.

Dalam kampanye di Yogya itu dilakukan edukasi kepada para peserta #BeatDiabetes, berkolaborasi dengan narasumber terpercaya yaitu dr. Arif Darmawan sebagai dokter residen penyakit dalam RS Sardjito Yogyakarta untuk mengupas berbagai hoaks kesehatan yang beredar di masyarakat.

Secara nasional untuk melawan hoaks terkait kesehatan, kampanye  ini melibatkan kurang lebih 20.000 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air dan diadakan serentak di 33 kota di Indonesia. Yakni, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Purwokerto, Jogja, Surabaya, Malang, Kediri, Medan, Padang, dan Pematangsiantar.

Kemudian, acara #BeatDiabetes yang bertujuan melawan berita hoaks kesehatan juga digelar di Palembang, Bandar Lampung, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Manado, Palu, Bone, Gorontalo, Denpasar, Mataram, Ambon, hingga Jayapura. (*)

Jurnalis : Soni Haryono (MG-88)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration