Ekonomi

Kekeringan di Pamekasan, Petani Tembakau Mulai Khawatir Gagal Panen

Kekeringan di Pamekasan, Petani Tembakau Mulai Khawatir Gagal Panen Salah satu petani saat merawat tembakaunya. (Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Sabtu, 13 Juli 2019 - 21:55

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Sejumlah desa di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami kekeringan. Dua bulan terakhir, warga dan petani tembakau sudah mulai kesulitan mencari air. Petani khawatir gagal panen akibat menipisnya air, Sabtu (13/7/2019).

Akhmad (25) warga Desa Bujur Timur menyampaikan bahwa sebagian besar tambakau yang ditanam petani di desanya masih kecil dan masih butuh banyak air. "Meskipun tidak ada air warga tetap semangat merawat tanaman tembakau," ungkapnya.

Menurut Akhmad, untuk menjaga agar tanaman tembakau tidak mati akibat kurang air, sebagian petani terpaksa harus beli air. Ada juga yang mengambil dari air sumur.

"Mulai dua bulan terakhir ini banyak warga Desa Bujur timur yang membeli air bersih, sebab air dalam sumur yang biasa diambil sudah mulai kering," ungkapnya.

Sebelumnya, Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengaku, sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah desa yang mengalami kekeringan di Kabupaten Pamekasan.

Namun, kata Budi Cahyono, pihaknya saat ini tinggal menunggu laporan dari kepala desa terkait terkait kekeringan yang terjadi di desanya. "Kami sudah melakukan pendataan dan menunggu konfirmasi dari desa. Pengajuan dari desa akan dijadikan dasar untuk membuat SK tanggap darurat. Selain itu SK tanggap darurat juga di sertai rekomendasi dari BMKG," kata Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan kepada TIMES Indonesia, Kamis (27/6/2019). (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Loading...
Registration