Pendidikan

Satgas TMMD 105 Gandeng UPN Surabaya Sosialisasikan Pupuk Organik

Satgas TMMD 105 Gandeng UPN Surabaya Sosialisasikan Pupuk Organik Mahasiswa UPN Surabaya melakukan sosialisi pupuk organik kepada warga sasaran TMMD 105 di Dusun Kalitelu, Trenggalek, Jumat (12/7/2019). (Foto : Istimewa)
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:14

TIMESINDONESIA, SURABAYASatgas TMMD 105 menggandeng Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya, sosialisasikan pupuk organik kepada masyarakat Trenggalek, Jawa Timur.

Bertempat di kediaman Wardi warga RT 19 RW 05 Dusun Kalitelu, Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Jumat (12/7/2019), Satgas berbagi informasi manfaat pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak maupun kompos limbah sampah.

Menurut Muhamad Alif Mahasiswa UPN Surabaya, kajian secara akademis, penggunaan pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.  

Kesadaran masyarakat terhadap pupuk organik masih kurang, padahal kandungan kimia dalam pupuk dapat meningkatkan keasaman pada tanah yang lama kelamaan justru membuat tanah tidak akan subur kembali.   

Sedangkan penggunaan pupuk organik, selain ramah lingkungan juga membuat tanaman tahan akan serangan hama seperti wereng cokelat, tikus dan hama lainnya yang kini tengah marak.

Pupuk organik juga mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani karena harganya yang murah dan terjangkau. Pasalnya petani bisa memanfaatkan limbah ternak untuk pupuk, sepertihalnya kotoran kerbau dan sapi maupun sampah jerami untuk diproses dan dijadikan kompos.

Pemakaian pupuk organik dapat menyuburkan lahan pertanian sehingga dapat mendongkrak produksi dan produktivitas pangan.

Ingin memutus mata rantai ketergantungan pada pupuk kimia, Satgas TMMD dan Mahasiswa UPN Surabaya mengajak warga untuk memproduksi pupuk organik, untuk kebutuhan pribadi maupun kelompok. Apalagi harga komoditas pertanian yang dihasilkan dengan sistem organik harganya lebih mahal dipasaran.

Wardi, warga Kalitelu ini sangat senang dengan paparan dari mahasiswa UPN tersebut. Menurutnya pihaknya akan mencoba memanfaatkan  limbah ternak atau limbah sampah jerami untuk diproses menjadi pupuk organik.

"Matur suwun, kawulo malih ngertos damel pupuk organik (terima kasih saya jadi mengerti cara membuat pupuk organik),” tutur Warso, salah satu warga di kampung sasaran TMMD 105.(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration