Kuliner

Pedasnya Ayam Geprek Pojokan Alun-alun Kraksaan Bikin Ketagihan

Pedasnya Ayam Geprek Pojokan Alun-alun Kraksaan Bikin Ketagihan Ayam Geprek di alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang bikin ketagihan. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Sabtu, 13 Juli 2019 - 16:01

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Masakan yang disebut Ayam Geprek, memang sudah tak asing lagi kita dengar. Bahkan, hampir disetiap daerah ada warung atau kedai yang menyediakan masakan tersebut. Tapi, Ayam Geprek di pojokan sebelah timur, Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini sambalnya bikin nagih.

Warung kecil yang hanya menjual ayam geprek ini, selalu ramai pembelinya. Ini berkat sambal yang diolahnya memang lezat dan gurih. Pemilik warung inipun seorang Polisi, bernama Habi Sutoko, berpangkat AKP yang berdinas di jajaran Polres Probolinggo.

Kata Habi, sebetulnya bahan-bahannya sama dengan bahan masakan ayam geprek pada umumnya. Hanya saja yang membedakan cara mengolah atau variasi masaknya sedikit berbeda. Lebih utama pada pembuatan sambalnya.

“Karena yang harus ditonjolkan dari masakan ayam geprek ini, adalah sambalnya. Daging ayam juga harus dibikin lentur. Boleh saja sambal dibikin pedas, tapi harus ada rasa yang berbeda.  Jadi tidak harus mengandalakan rasa pedas saja,” sebut Habi, yang saat ini ia menjadi Kapolsek, di Kecamatan Pakuniran.

Ia menjelaskan cara masak Ayam Geprek yang ia kelola.   Kukus potongan daging ayam bersama bumbu yang telah disiapkan dengan api sedang, kurang lebih 10 menit. Kemudian, angkat dan tiriskan

Selanjutnya masukkan telur, garam, merica dan 1 sendok makan tepung terigu ke dalam mangkuk. Kocok rata. Masukkan 3 sendok makan tepung terigu, lada, garam dan baking powder ke dalam piring datar, aduk hingga merata. Lalu lapisi potongan ayam yang sudah dikukus dengan telur dan tepung kering.

Setelah itu, goreng daging ayam ke dalam minyak banyak sampai berwarna kuning dan timbul crispy nya. Tumis semua bumbu sambal pada api sedang, tunggu hingga muncul aroma harum. Ulek bumbu tersebut lalu tabahkan garam dan gula. Kemudian tuangkan sambal di atas ayam crispy.

“Nah, sambal yang kita buat cara berbeda itulah yang mewarnai rasa pada ayam geprek. Dan mestinya setiap penjual geprek, sambalnya dibikin segurih mungkin,” terangnya.

Ia menyebut, omzet setiap bulannya sekitar Rp 10 juta, hingga Rp 15 juta. Per bungkusnya ia menjual dengan harga Rp 10 ribu. Jika penasaran, silahkan kunjungi warung kecil Ayam Geprek di pojokan sebelah timur Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. (*)

Jurnalis : Dicko W
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration