Peristiwa - Daerah

Rencana Pembangunan Kantor IKA PMII Jatim Dipermasalahkan Warga

Rencana Pembangunan Kantor IKA PMII Jatim Dipermasalahkan Warga Anggota DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Kresna dan Ketua RT 01 RW 3 Surabaya, Inne Koeswarini. (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 23:35

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Rencana pembangunan kantor Ikatan Keluarga Alumni PMII Jawa Timur (IKA PMII Jatim) mendapat penolakan dari warga sekitar area pembangunan.

Pasalnya lokasi yang berada di pemukiman warga ini dianggap mengganggu penghuni perumahan yang telah lama menetap.

rumah-pergerakan.jpg

Salah seorang warga RT 01 RW 03 Gayung Sari Surabaya yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Surabaya, Pertiwi Ayu Kresna mengungkapkan, awalnya dia tidak tahu menahu soal pembangunan yang akan dilakukan di sekitar rumahnya. Dia mengaku mengetahui pembangunan tersebut pagi tadi, karena ada warga yang menginginkan bantuannya.

"Saya tidak tahu menahu tentang rencana pembangunan karena saya bukan pengurus RT. Tapi saya pagi-pagi mau berangkat ke kantor karena ada pertemuan dewan dengan KPK di Paripurna sehingga saya ada kesempatan, ada beberapa warga datang ke rumah, warga yang terdampak. Mereka minta tolong karena sebelum dibangun aja katanya sudah bikin ribut itu," ungkap anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini, Jum'at (12/7/2019)

Ayu sapaan akrabnya juga menambahkan, sangat tidak tepat jika akan dibangun rumah kantor di area perumahan. Menurutnya lebih baik cari lokasi yang benar-benar strategis untuk rumah kantor, bukan di dalam perumahan.

Menurut Ayu, dari informasi yang dia terima, kantor tersebut akan dibangun lantai 5. Dapat dana hibah dari Kementerian. Seharusnya, katanya, kalau dana hibah harus dibelanjakan dengan benar.

"Kalau bangunan rukan (red: rumah kantor) itu bukan di sini, tempatnya harus dicari di pinggir jalan. Apa yang di daerah rukan-rukan yang harusnya betul-betul layak dipakai," ujar politisi Partai Golkar tersebut

Daa juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Menurutnya sampai saat ini Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga masih belum ada.

"Nah ketika saya tanya ke Cipta Karya, langsung di depan warga saya telepon. Saya telpon juga Pak Erik. 'Ini kayak apa kok seperti ini? Nggak ada bu, saya cek belum ada izinnya (red:IMB)'," ungkap Ayu saat berkomunikasi dengan pihak Cipta Karya Pemkot Surabaya.

Kata Ayu, menurut pihak Pemkot Surabaya, kalau terus dipaksa untuk dibangun maka itu menyalahi aturan yang ada. "Ya harus dicegah, katanya Pemkot. Nanti kalau sudah terbangun malah repot, malah panjang ramenya. Itu juga gak terbangun menyalahi aturan karena pakai dana hibah bangunnya," terang Ayu.

Ayu mengimbau agar panitia pembangunan kantor IKA PMII Jatim membatalkan niatnya. Pasalnya sampai saat ini IMB belum keluar dan warga di sekitar lokasipun mempermasalahkan. "Dibatalkan kalau untuk rukan (red:rumah kantor), Carilah yang di pinggir jalan yang aksesnya mungkin untuk kendaraan mudah," ujar Ayu.

Sementara Ketua RT 01, Inne Koeswarini mengungkapkan hal senada. Menurutnya warga di sekitar lokasi menolak pembangunan tersebut. Menurutnya, jika itu sampai dilanjutkan akan membuat masyarakat antipati terhadap organisasi alumni kemahasiswaan ini.

"Dampaknya ya akan tidak enak, mungkin masyarakat akan menutup akses jalan, karena warga sudah menolak dan mengancam kalau itu diteruskan konsekuensinya itu akan menutup jalan," kata Inne.

Ketua panitia pembangunan kantor IKA PMII Jatim, Muhid mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menemukan titik temu dengan warga dan beberapa tokoh masyarakat. Katanya, permasalahan itu sudah selesai dan tidak ada masalah.

"Asalnya kemarin rapat RT itu sudah, dengan tokoh-tokoh itu sudah. Saya disuruh ini, disuruh itu. Pokoknya manut saja saya. Tapi saya minta untuk ngurusnya izin setelah peletakan batu pertama, karena saya harus menyiapkan peletakan batu pertama dulu, setelah itu saya minta tanda tangan masyarakat sekitar karena saya harus mengurus izin, itukan udah clear kemarin," ucap Ketua panitia pembangunan kantor IKA PMII Jatim ini mengakhiri. (*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Loading...
Registration