Peristiwa - Daerah

Ratusan Warga Desa Pandan di Pamekasan Memblokade akses Jalan PT Garam

Ratusan Warga Desa Pandan di Pamekasan Memblokade akses Jalan PT Garam Polisi berusaha memadamkan api di tempat pengelolaan garam di Desa Pandan, Dusun Capak Laok. (Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 21:17

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Ratusan Warga Desa Pandan, Dusun Capak Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan unjuk rasa dengan melakukan blokade akses jalan untuk PT Garam (Persero) di Desa Pandan, Jum'at (12/7/2019).

Menurut Syafii (43) warga desa setempat, aksi itu sebagai bentuk protes warga desa Pandan yang merasa dirugikan oleh PT Garam.

"Warga di sini merasa dirugikan karena hawa (udara) dari pengelolaan garam bisa mencemari lingkungan dan pengelolanya orang luar semua," kata Syafii kepada TIMES Indonesia.

Selain itu, imbuhnya, sejumlah ruas jalan di Desa Pandan rusak akibat sering dilewati truk bermuatan garam.

"Rumah banyak yang retak dan jalan banyak rusak akibat sering dilewati truk milik PT Garam. Dan pihak PT Garam tidak pernah menyumbang untuk memperbaiki jalan," ungkapnya.

Sementara koordinator unjuk rasa, Hendra Gobang menyoal sewa untuk lahan di PT Garam Pamekasan dibanderol sebesar Rp 6 juta.

"Saya meminta pembebasan untuk sewa lahan petani garam di Desa Pandan agar dikelola oleh masyarakat Desa  Pandan sendiri dan bukan dikelola oleh orang luar," ucapnya.

Ia juga mengimbau agar PT Garam segera stop impor garam dan segera menaikkan harga jual garam petani. "Harga garam saat ini anjlok dan saya minta harga garam dinaikkan kembali," tegasnya. (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Registration