Peristiwa - Daerah

Pemprov DKI Jakarta Akui Buruknya Kualitas Udara di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Akui Buruknya Kualitas Udara di Jakarta Ilustrasi- Polusi udara kota DKI Jakarta. (FOTO; Istimewa)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 21:24

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tak menampik kualitas udara Ibu Kota Jakarta sedang dalam kondisi yang memprihatinkan. 

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan, Dinas LH DKI Jakarta Agung Pujo Winarko menyampaikan, bahwa pihaknya telah mencatat udara Jakarta saat ini sudah tidak sehat bagi kalangan warga, apalagi bagi mereka yang sensitif dan mudah terserang penyakit pernafasan.

Agung menjelaskan, fenomena buruknya kualitas udara Ibu Kota Jakarta cukup berbahaya bagi mereka yang rentan dan sensitif karena adanya perubahan udara.

"Namanya unhealty for sensitif group kan di level itu artinya, kondisinya dia terhadap orang yang rentang terhadap penyakit yang diikaitkan dengan polisi udara, bagi orang normal masih wajar, masih biasa," kata Agung saat dihubungi, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Sementara itu, bila dilihat dari level Particulate Matter (PM), Agung menilai wajar bila kualiatas udara kini mengarah sedikit tercemar. Pasalnya, polusi udara yang terjadi serta pengalihan musim dari penghujan ke kemarau.

"PM 2,5 dari Januari sampai Juni, Juli kalau lihat tren dari baku mutu yang diterapkan oleh pemerintah pusat, musim penghujan bagus, tapi menjelang kemarau memang kondisi agak meningkat," jelasnya.

Di sisi lain, Agung mengimbau bagi mereka yang rentan dan masih melanjutkan aktivitas di luar ruangan atau outdoor, penting bagi mereka membatasi aktivitas di tengah kualitas udara saat ini yang memburuk di Jakarta.

"Kalau untuk aktivitas di luar jangan terlalu banyak. Kalau dia sensitif, diketahui secara medis sensitif terhadap kualitas udara jelek, dia mengurangi kegiatan di luar rumah, membatasi," tutup Kasi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan, Dinas LH DKI Jakarta ini. (*)

Jurnalis : Rizki Amana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration