Olahraga

Atlet Taekwondo Sragen Berjaya di Korsel dengan Sabet 8 Medali

Atlet Taekwondo Sragen Berjaya di Korsel dengan Sabet 8 Medali Para atlet Taekwondo Sragen yang menorehkan prestasinya di kancah internasional. (Foto: Mukhtarul hafidh/Times Indonesia)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 18:37

TIMESINDONESIA, SRAGEN – Delapan atlet Taekwondo asal Sragen kembali menorehkan prestasi gemilang melalui ajang kejuaraan Persahabatan Internasional Taekwondo Ansan Cup 2 tahun 2019 di Kota Ansan Korea Selatan (Korsel) belum lama ini.

Sebanyak 8 medali berhasil diraih oleh atlet-atlet muda asal Sragen. Di antaranya 3 medali emas nomor kyorugie diraih oleh Ahmad Dzaki Yassin Tohari (SMP Muh Al Qalam Gemolong), Ridho Lauza Eka Wardana (MIN 9 Sragen), Mayahening Mutiara Dewi (SMP N 1 Sragen), dan 1 medali emas nomor poomsae diperoleh Salsabila Asyifa (SMP N 2 Sragen).

atlet-Taekwondo-2.jpg

Kemudian 1 medali perak nomor kyorugie diraih oleh Liafiardiva Rasikah An Khanam (asal Gemolong), sementara 3 medali perunggu nomor kyorugie diraih oleh Huntea Radu Santugo (SMP N 1 Sragen), Nurul Latifah (SMP N 1 Sragen) dan Akhiles Laurientcius (SMP N 1 Gemolong).

Selain itu, juara 1 terbaik putri juga berhasil diraih oleh Mayahening Mutiara Dewi dalam kejuaran internasional yang digelar di Korsel itu.

Official Bhirawa Sragen, Heri Adi Prabowo mengatakan, Kabupaten Sragen baru pertama kali mengikuti kejuaraan taekwondo di luar negeri.

atlet-Taekwondo-3.jpg

"Salah satu alasan kita pilih Kota Ansan (Korea Selatan), karena tim taekwondo Ansan pernah berkunjung ke Sragen 2 kali," kata dia.

Ia menambahkan, ada 2 daerah di Indonesia yang mewakili Indonesia di ajang kejuaraan taekwondo tingkat internasional tersebut.

"Selain Sragen, juga ada dari Sukoharjo. Ada juga peserta negara lain yang ikut perlombaan ini, ada dari China, Kirgizstan, Malaysia dan Korea sendiri," ujarnya.

Heri berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan untuk menambah pengalaman sekaligus memotivasi atlet - atlet asal Sragen dalam meningkatkan prestasi olahraga di kancah internasional.

"Mengirimkan atlet - atlet ke luar negeri sebagai ajang menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi atlet. Dan bisa memotivasi bagi atlet yang lain," jelasnya.

Kegiatan pertandingan dilaksanakan satu hari di hari minggu. Kemudian dilanjut dengan mengikuti training camp bagi atlet Taekwondo dan pelatih selama dua hari di Ansan dan Kukkiwon, Korsel. (*)

Jurnalis : Mukhtarul Hafidh (MG-198)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Loading...
Registration