Peristiwa - Daerah

Ratusan Warga Pamekasan Blokade Akses Jalan PT Garam Persero

Ratusan Warga Pamekasan Blokade Akses Jalan PT Garam Persero Sejumlah warga blokade akses jalan PT Persero di Desa Pandan, Dusun Capak Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. (foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 17:51

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Ratusan Warga Desa Pandan, Dusun Capak Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa dengan blokade akses jalan PT Garam Persero di Desa Pandan.

Pihaknya menuntut pihak PT Garam persero yang ada di desa setempat untuk memberhentikan pengelola garam lantaran pengelola garam tersebut bukan warga setempat.

Syafii, warga setempat menyatakan bahwa pengelola lahan garam merupakan orang luar desa semua. Pengelola tersebut diantaranya, Arif, Desa Konang, H Dafir dari Desa Bulai, Musaffa Desa Bulai, Wasis Desa Bulai dan Harun Dewan.  
 
"Dari kelima pengelola lahan garam itu semua bukan penduduk setempat," ungkap Syafii warga setempat.

Sementara Korlap Aksi, Hendra Gobang mengatakan, sewa untuk lahan di PT Garam Persero Pamekasan dibanderol sebesar Rp 6 juta.

"Saya meminta pembebasan untuk sewa lahan petani garam di Desa Pandan agar dikelola oleh masyarakat Desa Pandan sendiri dan bukan dikelola oleh orang luar,"ungkapnya.

Selanjutnya, ia meminta kepada PT garam persero untuk stop impor garam dan segera naikkan harga garam. "Jadi harga garam saat ini anjlok dan saya minta harga garam dinaikkan kembali," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Pamekasan, Nurul Widiastuti, bahwa harga garam di Pamekasan ada yang Rp 400 hingga Rp 300 rupiah per kilogram.

"Hal itu disebabkan karena banyak sekali garam impor yang sampai tembus kurang lebih 4 juta ton garam impor, sehingga stoc garam lokal yang tahun 2018 masih tersisa banyak," ungkap Nurul.

Sementara Hidayat Kabid Keamanan PT Garam Persero, menjelaskan bahwa tuntutan massa aksi tersebut tidak ada korelasi dengan harga garam. Dan masalah teknis penggarapan lahan garam dirinya mengaku tidak tahu. "Saya tidak menjawab mengenai penggarapan lahan karena bukan ranah kami," tegasnya. (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Loading...
Registration