Ketahanan Informasi

Keseruan Farm Tour dari Global Qurban ACT di Lumbung Ternak Wakaf

Keseruan Farm Tour dari Global Qurban ACT di Lumbung Ternak Wakaf Pada acara peluncuran program
Jum'at, 12 Juli 2019 - 11:50

TIMESINDONESIA, BLORA – Global Qurban ACT menggelar Farm Tour, Kamis (11/7/2019). Kegiatan tersebut digelar setelah peluncuran program Global Qurban dengan tema "Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Semua".

Farm tour berlangsung meriah dan menyenangkan. Ustad Amir Faishol, Dimas Seto, dan Sofyan Alop alias Cuping Topan, tak ragu untuk turun ke ladang rumput odot.

Dengan menenteng sebuah arit dan mencabut setiap rumput dari tanahnya. Nantinya rumput-rumput yang mereka cabut ini akan dimasukkan ke mesin pemotong untuk menjadi salah satu bahan pakan hewan kurban di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) dari Global Wakaf, yang berada tepat di samping ladang tersebut.

“Subhanallah, Allah telah menyiapkan makanan pokok untuk ternak kita: rumput yang siap dipotong dan tumbuh lagi. Ini salah satu bukti bahwa tabiat ciptaan Allah adalah berkurban, jadi dia siap berkurban untuk kehidupan,” kata Ustad Amir, memberikan pelajaran dari rumput odot.

Acara yang dihadiri sekitar 200 tamu yang terdiri dari artis, influencer, dan para wakif beserta donatur, bersama 100 petani serta keluarganya mengikuti kegiatan ini. Mereka berkeliling untuk menengok langsung dan merasakan pengalaman beternak di peternakan LTW yang terletak di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Global-Qurban-ACT.jpg

Para tamu diajak mengunjungi satu per satu titik LTW binaan Global Wakaf yang akan menyuplai ternak untuk Global Qurban pada Iduladha nanti. Mereka diperlihatkan cara-cara merawat ternak mulai dari pembuatan pakan, pemberian pakan ternak, hingga memandikan ternak agar terus bersih.

Dimas Seto, salah satu artis yang mengikuti kegiatan tersebut, kini paham mengapa harga hewan kurban di Global Qurban bisa begitu murah. Padahal, awalnya ia sempat bingung dan berpikir bagaimana caranya harga hewan-hewan kurban ini bisa begitu terjangkau.

“Tapi ternyata kita buktikan di sini, kenapa harganya bisa begitu murah. Masyaallah, ternyata karena melibatkan masyarakat Kecamatan Sambong dan bisa memakmurkan masyarakat sekitar sini juga,” katanya.

Selain Dimas, beberapa wakif (orang yang mewakafkan ternaknya) juga diajak untuk berkeliling sembari merasakan pengalaman bagaimana masyarakat sekitar mengelola ternak di LTW binaan Global Wakaf. Adi Rasidi, salah satu wakif, mengapresiasi sistem pengelolaan Global Wakaf yang ikut memberdayakan masyarakat sekitar.

“Saya tadi sempat mengobrol dengan beberapa orang yang dia ini dipercaya mengelola ternak. Dia di samping bisa punya penghasilan dari usaha utamanya, dia bisa dapat uang juga dengan misalnya menyabit rumput atau merawat ternak. Dapat uang per bulan itu kan luar biasa,” ujarnya.

Setelah melihat langsung pengelolaan ternak dari Global Wakaf, Adi mengaku makin percaya untuk berwakaf di Global Wakaf. Iya yakin karena ia melihat sendiri bagaimana ternak-ternaknya dikelola di Desa Sambongrejo ini.

“Acaranya sungguh luar biasa. Menyenangkan dan mengesankan sekali. Karena kita jadi tahu ternyata kurban di Global Wakaf ACT ini begitu baik, mulai dari pembibitan ternaknya sampai penyembelihan dan pengepakan. Sehingga saya jadi semakin yakin bahwa ini adalah pilihan yang tepat, di samping mudah, cepat, amanah, dan tentunya bisa meluas ke mana-mana,” kata Adi. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Loading...
Registration