Peristiwa - Daerah

Poros Tengah Jagokan Kader PMII Visioner Sebagai Calon Ketua PW Ansor Jatim 

Poros Tengah Jagokan Kader PMII Visioner Sebagai Calon Ketua PW Ansor Jatim  Gufron Siraj (Ra Gopong). (Foto: bernasindonesia)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 14:38

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Konferensi Wilayah Pengurus Ansor Wilayah Jawa Timur yang rencananya akan digelar di dua tempat yakni pra konferwil di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo pada 21 Juli, serta Konferwil di Pondok Pesantren Sabilur Rosyad, Malang, pada 28 Juli tahun ini, mulai “memanas”.

Ini karena, selain ada dua kubu yang saling berebut kursi orang nomor satu di kepengurusan Ansor Jawa Timur itu, ternyata muncul seorang calon dari poros tengah.

Selama ini telah santer muncul dua nama yang hendak mencalonkan diri dalam konferensi tersebut, yaitu Abid Umar Faruq, mantan ketua Pengurus Wilayah Ansor Jawa Timur yang dikabarkan mendapat rekomendasi dari pengurus Ansor pusat. Nama lainnya adalah Syafiq Syauqi, ketua Pimpinan Cabang Ansor Tuban.

Mendekati pelaksanaan Konferwil, poros tengah ternyata juga ikut memunculkan seorang kandidat, yaitu Ahmad Ghufron Sirodj, asal Sampang Madura. Ahmad Ghufron Sirodj atau yang lebih akrab dipanggil Ra Gopong, adalah putera KH. Sirodj Ahmad, pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum, Kebun Wangi, Nagasari, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Semasa kecil, Ahmad Ghufron belajar secara langsung kepada ayahandanya di pesantren tersebut. Ilmu dasar yang lumrah diajarkan di pesantren-pesantrean salaf sebagaimana ilmu Nahwu dan fikih, ia pelajari hingga beranjak dewasa. Bukan hanya digembleng dengan pendidikan klasik ala pesantren, Ra Gopong alias Ahmad Ghufron juga belajar secara formal di Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD) di pesantren yang sama.

Lulus dari Madrasah Ibtidaiyah, Ahmad Ghufron melanjutkan pendidikannya di SMP Al Miftah di pondok pesantren Panyeppen, Pamekasan, Madura. Karena tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di pesantren tersebut, pria tampan berkacamat itu menyelesaikan pendidikan tingkat SMP di MTs Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo.

Pendidikan setingkat SMA diselesaikannya di SMU NU pondok pesantren Bustanul Makmur, Kebun Rejo, Genteng, Banyuwangi. Tentu saja dia sana ia juga nyantri hingga lulus.

Sejak di bangku SMP, Ahmad Ghufron merupakan sosok yang aktif berorganisasi. Karir pertamanya dalam berorganisasi ia mulai dari OSIS, baik di SMP Al Miftah maupun di MA NU Bustanul Makmur. Saat menjadi mahasiswa di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, ia semakin aktif berorganisasi. Ini membuatnya dipercaya menjadi Ketua Rayon Ushuluddin pada tahun 2004. Bahkan di tahun yang sama, ia ditunjuk sebagai Sekjend Forum Silaturrahmi Keluarga Mahasiswa Madura di Jogjakarta.

Sosok lelaki berkulit putih ini sepertinya memiliki energi berlebih dalam berorganisasi. Terbukti, selain sibuk dengan agendanya di dua orgnasasi ekstra kampus tersebut, ia masih mampu membagi waktunya untuk aktif di organisasi intra, yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai Menteri Luar Negeri BEM UIN Sunan Kalijaga.

Saat itu, ia aktif melakukan konsolidasi lintas organisasi intra kampus se-Yogyakarta. Maka dengan demikian, ia memiliki banyak jaringan yang kelak ia kordinir saat berlangsungnya Kongres BEM Nusantara yang melibatkan sejumlah presiden Mahasiswa di seluruh Indonesia.  Bersama Presiden DEMA UIN Sunan Kalijaga, Kaisar A. Hanifah, ia pernah menelorkan gagasan agung yang diusung kongres BEM Nusantara, yakni Nasionalisasi Aset Bangsa, Menjadikan Pancasila sebagai Ideologi, Kembali Ke UUD 1945, Menjaga Kesatuan dan Persatuan NKRI, dan Tetap Menjunjung Nilai Bhinneka Tunggal ika.

Tahun 2010, Ahmad Ghufron lulus dari bangku kuliah dengan IP memuaskan, ia kemudian kembali ke kampung halamannya di Madura dengan mengabdikan diri sebagai pengajar dipesanten yang diasuh keluarganya sembari aktif di di GP Ansor setempat.

Di Madura, Ahmad Ghufron aktif berjejaring dengan berbagai stakeholder di daerah. Hal itu yang membuat dirinya cukup dekat dengan berbagai tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh politik dan tokoh di daerahnya. Tahun 2014, Ghufron hijrah ke Jakarta bersamaan dengan purnatugas pemerintahan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Kholilurrahman yang kemudian terpilih sebagai anggota komisi VI DPRRI dari fraksi PKB, menunjuk Ahmad Ghufron sebagai staf di parlemen. Kesempatan itu tidak di sia-siakannya, Ahmad Ghufron memanfaatkan waktu di tengah jam terbang yang padat aktif sebagai pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor dan menjalin komunikasi dengan berbagai entitas organisasi di Jakarta. Tahun 2016-2018, Ahmad Ghufron di tunjuk sebagai Sekretaris Nasional Badan Ansor Anti narkoba (BAANAR)

Ra Gopong didorong oleh Arus Bawah yakni Kumpulan Ketua- Ketua PAC yang ada di Jatim yang anehnya Pimpinan Cabang (PC) nya terkenal mendukung calon lainnya. Salah satu pengurus PAC Ansor Cabang Kota Surabaya yang keberatan namanya diberitakan, mengatakan bahwa Ahmad Ghofron merupakan sosok yang menapaki proses kaderisasi dari bawah. “Ra Gopong memulai dari bawah. Semua proses kaderisasi yang beliau lalui berjalan dari nol,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, salah satu PAC Ansor Cabang Malang mengatakan, di antara ketiga kandidat, hanya Ahmad Ghufron yang berlatar belakang PMII secara tulen. “Hanya Ra Gopong yang dikader secara matang di PMII. Itu artinya, beliau akan membawa Ansor ke arah yang lebih moderat dan terbuka,” jelasnya.

Selain itu Ketua PAC Ansor Beji, Cabang Bangil , Hasan Ubaidillah, menilai Ahmad Ghufron merupakan sosok yang visioner. “Beliau orang yang visioner. Ini tercermin dari visi-misinya jika kelak terpilih. Ra Gopong bertekad untuk kembali melakukan konsolidasi organisasi, memaksimalkan manajerial organisasi, memperkuat jaringan serta memberdayakan kader. Ini merupakan itikad baik untuk membangun Ansor,ke depan” jelasnya.(*)

Jurnalis : Fawaid Aziz
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Loading...
Registration