Peristiwa - Daerah

Dewan Kesenian Kabupaten Blitar Selenggarakan Lagi Purnama Seruling Penataran

Dewan Kesenian Kabupaten Blitar Selenggarakan Lagi Purnama Seruling Penataran Pementasan Tari pada Pagelaran Purnama Seruling Penataran tahun lalu. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 14:03

TIMESINDONESIA, BLITARDewan Kesenian Kabupaten Blitar kembali akan menyelenggarakan kegiatan Purnama Seruling Penataran di Candi Palah Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Selasa, (16/7/2019) mendatang.

Purnama Seruling Penataran merupakan Pagelaran seni budaya yang menampilkan seniman lokal Blitar, nusantara dan mancanegara.

"Sebagai puncak acara akan disajikan karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar," ungkap Wima Brahmantya, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Blitar sekaligus Penggagas dan Pembina Purnama Seruling Penataran, Jumat (12/7/2019)

Sesuai tema Purnama Seruling Penataran kali ini yaitu Bubhuksah Dan Gagang Aking, Dewan Kesenian Kabupaten Blitar akan mempersembahkan karya Sendratari dengan judul Bubhuksah dan Gagang Aking berdasarkan relief yang terdapat pada pendopo teras Candi Palah.

"Cerita itu tentang perjalanan spiritual dua anak manusia hingga mencapai nirwana," tambahnya.

Selain karya Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, Purnama Seruling Penataran kali ini juga menghadirkan Jaranan Pegon Blitar dan Barong dari Sanggar Mega Mendung Budaya yang mewakili penampil lokal. Juga, penampilan Barongsai dan Liong Klenteng Poo An Kiong sebagai representasi kesenian nusantara.Edisi-Sabtu-13-Juli-2019-D.jpg"Dari mancanegara akan hadir Rodrigo Parejo dari Spanyol dan Yuliana Meneses Orduno dari Meksiko," sambung Wima.

Penjualan tiket Purnama Seruling Penataran dilakukan secara on line melalui website www.purnamaserulingpenataran.com. Panitia menyediakan 304 tempat duduk VIP, 140 tempat duduk ekonomi, dan 400 tiket festival.

Selain itu panitia juga menyediakan 50 tiket all access bagi wartawan, fotografer, maupun masyarakat umum yang ingin bergerak lebih bebas hingga ke area dalam Candi Palah.

"Adanya tiket Purnama Seruling Penataran dimaksudkan agar kapasitas orang yang berada di dalam Candi tidak berlebihan. Jangan sampai upaya kami menjadikan Purnama Seruling Penataran sebagai panggung persaudaraan dan perdamaian dunia justru akan merusak cagar budaya." tegas Wina Brahmantya. (*)

Jurnalis : Muhammad Sholeh
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Blitar

Komentar

Loading...
Registration