Minggu, 22 September 2019
Gaya Hidup

Amankah Tidur dengan Mulut Diplester Seperti Penyanyi Andien?

Amankah Tidur dengan Mulut Diplester Seperti Penyanyi Andien? penyanyi Andien Aisyah dan keluarga memiliki kebiasaan tidur dengan mulut diplester. (FOTO: Womantalk.com)
Jum'at, 12 Juli 2019 - 03:22

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini, penyanyi Andien Aisyah mengunggah kebiasaan barunya ketika tidur. Andien dan keluarga memiliki kebiasaan tidur dengan mulut diplester atau dikenal dengan Buteyko Breathing. Kebiasaan ini diklaim lebih bermanfaat bagi kesehatan. Benarkah?

Seorang dokter gigi di California, sekaligus pengampu laman askthedentist.com, Mark Buhenne mengatakan menggunakan plester mulut ketika tidur “memaksa” tubuh Anda menggunakan hidung untuk bernapas. Sebab, seseorang memiliki kecenderungan untuk bernapas melalui mulut ketika ia tidur.

Bernapas dengan hidung inilah yang diketahui lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan jika Anda bernapas menggunakan mulut.

Dari sisi kesehatan gigi, bernapas menggunakan mulut bisa membuat mulut Anda kering dan menyebabkan bau mulut. Belum lagi risiko penyakit gusi atau gigi berlubang. Bernapas dari hidung, bisa meminimalisir risiko ini.

Selain mendapatkan kualitas udara yang lebih baik, bernapas melalui hidung alias nose breathing juga diketahui dapat meningkatkan kemampuan memori otak.

Dilansir dari Hello Sehat, dalam sebuah penelitian sebagaimana dimuat dalam The Journal of Neuroscience menjelaskan bagaimana pernapasan, khususnya bernapas dari hidung, berperan penting dalam kemampuan memori seseorang.

Dibandingkan dengan bernapas dari mulut, nose breathing dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengenali atau mengingat kembali sebuah memori.

Hal ini terjadi kemungkinan karena ketika bernapas melalui hidung, terdapat rangsangan pada saraf yang mengatur penciuman. Proses itu kemudian akan mengaktifkan hippocampus di otak yang berperan dalam proses mengolah memori.

Kebiasaan tidur dengan mulut diplester seperti penyanyi Andien memang memiliki dampak positif pada beberapa kondisi medis. Namun, karena penelitian Buteyko Breathing masih kontroversial, bagi Anda yang ingin mengikutinya, sebaiknya bisa mempertimbangkannya dengan ekstra bijak. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mencegah risiko yang membahayakan kesehatan Anda. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration