Selasa, 12 November 2019
Peristiwa - Daerah

OTT KPK, DPP Nasdem Pecat Nurdin Basirun dari Ketua DPW Nasdem Kepri

OTT KPK, DPP Nasdem Pecat Nurdin Basirun dari Ketua DPW Nasdem Kepri Ilustrasi: Gedung KPK RI. (foto: Doc. TIMES Indonesia)
Kamis, 11 Juli 2019 - 16:59

TIMESINDONESIA, JAKARTADPP Partai NasDem memberhentikan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun dari kepengurusan dan keanggotaan partai Nasdem. Nurdin sendiri diketahui sebagai Ketua DPW Nasdem Kepulauan Riau.

"Sudah diberhentikan tadi malam, sekaligus keanggotaan. Jadi siapa pun dia pokoknya kalau kami sudah dapat infomasi baik dari koran media kalau sudah OTT ketangkap tangan itu langsung kita berhentikan," kata Ketua DPP Nasdem Effendy Choirie saat dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

KPK RI menangkap Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan 5 orang lainnya, Rabu (10/7/2019). Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, KPK menduga akan terjadi transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau.

Effendy mengaku prihatin atas tertangkapnya Nurdin melalui operasi senyap tim penindakan KPK. Kata dia, setiap kader partai yang memiliki jabatan di pemerintahan selalu diingatkan untuk tidak melakukan transaksi atau menerima mahar.

"Kami merasa sedih dan prihatin, merasa kecewa karena nasdem punya prinsip politik tanpa mahar, itu artinya memulai sesuatu tanpa transaksi, tujuannya adalah kita ingin pemimpin yang bersih," papar Effendy.

Effendy mengatakan, tidak akan ada bantuan hukum untuk Nurdin Basirun ataupun kepada kader yang terbukti melakukan tindakan korupsi. Ia menyayangkan operasi tangkap tangan tersebut karena saat ini partai sedang membangun kepercayaan publik.

"Tidak ada toleransi bagi kader yang melakukan itu. kita prihatin dan sayang pada kader, kita ini sedang membangun kepercayaan publik, enggak usah nerima uang-uang, karena setiap pemimpin sudah ada jatahnya sendiri ya," imbuhnya. 

Berkaca pada kasus OTT oleh KPK, Nurdin Basirun, Effendy mengimbau seluruh kader Partai NasDem yang memiliki jabatan di pemerintahan untuk berhati-hati dan tidak mengkhianati kepercayaan rakyat.(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Registration