Ketahanan Informasi

Tertarik Teknologi Peternakan, Pemda Tapanuli Utara Studi Banding ke BBPP Batu

Tertarik Teknologi Peternakan, Pemda Tapanuli Utara Studi Banding ke BBPP Batu Studi Banding Pemerintah Tapanuli Utara - Sumatera Utara di BBPP Batu, Selasa (9/7/2019). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Kamis, 11 Juli 2019 - 10:10

TIMESINDONESIA, BATUBBPP Batu (Balai Besar Pelatihan Peternakan) menerima kunjungan studi banding dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.

Sedikitnya 30 orang  ikut dalam kunjungan tersebut, termasuk Ketua dan wakil ketua DPRD Tapanuli Utara, Kadis Pertanian, Kadis koperasi , Kadis pemberdayaan masyarakat serta para penyuluh pertanian lapangan, Selasa (9/7/2019).

Rombongan studi banding ini yang dipimpin Ketua DPRD Ir. Poltakpapahan yang juga ketua rombongan kegiatan ini menyampaikan bahwa momen ini dalam rangka untuk meningkatkan SDM para PPL dan petugas teknis karena merekalah nanti yang menjadi ujung di masyarakat dalam mendampingi petani peternak di Tapanuli Utara.

Studi-Banding-2.jpg

Kadis pertanian, Ir. Sondang E.Y. Pasaribu menyampaikan bahwa Tapanuli Utara punya misi untuk menjadikan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan.

"Melalui studi banding ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan kajian serta pengembangan teknologi yang nantinya dapat diterapkan di daerah Tapanuli Utara, Sumatera Utara dalam rangka pengembangan produksi dan produktivitas bidang pertanian yang berkelanjutan," jelas Sondang.

Selain itu juga, kami ingin melihat dan menggali pengetahuan tentang teknologi peternakan di BBPP Batu, mulai dari koleksi ternak ruminansia, aneka ternak, pemanfaatan limbah ternak, sampai pengolahan hasil ternak.

Kepala BBPP Batu, Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si menyambut baik kunjungan tersebut. Dihadapan pada rombongan Wasis menjelaskan bahwa BBPP Batu telah mengalami perkembangan yang luar biasa yang telah dirintis oleh Kepala Balai terdahulu.

Studi-Banding-3.jpg

"Namun perkembangan teknologi tentunya kita akan terus mengupgrade sarana diklat kita agar terus bisa mendukung program pemerintah," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan BBPP Batu saat ini sedang mengembangkan Sapi BB (Belgian Blue) yang nantinya berat badannya bisa mencapai optimal. "Sehingga kalau sapi-sapi di peternak sudah seperti ini maka program swasembada protein tidak masalah lagi," ujar Wasis.

Sementara itu, pendamping studi banding, Catur Puryanto, SST yang juga widyaiswara ahli muda BBPP Batu mengaku sangat bangga dengan adanya kegitan ini. “Pastinya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pengguna jasa di Balai, dan harapannya terjalin kerja sama yang baik", kata Catur. (*)

Jurnalis : Catur Puryanto (CR-103)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration