Peristiwa - Daerah

Jelang Drilling, Pertamina EP Cepu Kebut Mobilisasi Peralatan Proyek JTB

Jelang Drilling, Pertamina EP Cepu Kebut Mobilisasi Peralatan Proyek JTB Truk Trailer sedang mengangkut peralatan Proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Rabu (10/7/2019). (foto: Dok. JTB/TIMES Indonesia)
Rabu, 10 Juli 2019 - 18:26

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Pengangkutan peralatan Proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) mengalami peningkatan. Sebab, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merupakan prioritas ini melakukan persiapan pengeboran atau drilling.

Proses pengangkutan peralatan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku pengelola Proyek JTB dibantu Pertamina Drilling Services Indonesia atau PDSI yang merupakan anak perusahaan Pertamina (Persero).

Sedangkan mobilisasi atau kegiatan perpindahan peralatan akan berlangsung mulai tanggal 4 Juli 2019 dan diperkirakan akan selesai sekitar tanggal 15 Juli 2019. Mobilisasi peralatan sendiri menggunakan armada truk trailer.

Pemberangkatan angkutan tesrsebut berawal dari Kabupaten Blora pukul 15.00 WIB. Diperkirakan memasuki lokasi kerja sekitar pukul 22.00-03.00 WIB. Waktu mobilisasi merupakan hasil koordinasi dengan pihak aparat setempat, yaitu Polsek Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Kapolsek Gayam, AKP Harjo mengaku siap melakukan pengawalan dan pengamanan Proyek Strategis Nasional ini. "Kami telah berkoordinasi dengan pihak PEPC, PDSI maupun kepala desa sekitar wilayah pengeboran Proyek JTB ini," kata AKP Harjo.

Sementara, Manager Drilling Operation PEPC, Dhanar Eko Prasetyo menuturkan, mobilisasi peralatan pengeboran Proyek JTB akan melibatkan sekitar 15 sampai 20 kendaraan per hari.Armada angkut tersebut bakal melintasi wilayah desa, seperti Desa Sumengko, Katur, Ringintunggal, Gayam dan Mojodelik.

"Peralatan peralatan itu adalah crane, wheel loader dan lain sebagainya yang dibutuhkan dalam persiapan drilling Proyek JTB ini," ujar Dhanar.

JTB Site Office dan PGA Manager PEPC, Kunadi mengimbau, sebaiknya para pengemudi diberikan safety briefing agar patuh aturan lalulintas. Serta berperilaku menjaga keselamatan sebelum melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya menghantar peralatan pengeboran dan asesorisnya ke lokasi Proyek JTB.

"Masyarakat sekitar jalan akses, seyogyanya tetap menomorsatukan perilaku menjaga keselamatan ketika kendaraan kendaraan ini melintas," kata Kunadi.

“Saat ini kami menggunakan fasilitas akses jalan layang Lapangan Banyu Urip untuk kendaraan pengangkut peralatan dan perlengkapan drilling Proyek JTB agar tidak terjadi kemacetan yang berarti," tambah dia.(*)

Jurnalis : Yudi Handoyo
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Bojonegoro

Komentar

Registration