Peristiwa - Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Kepala Bappenas Contohkan Brasil

Pemindahan Ibu Kota, Kepala Bappenas Contohkan Brasil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Bambang Brodjonegoro. (foto: Istimewa)
Rabu, 10 Juli 2019 - 18:20

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pembelajaran positif dari pemindahan ibu kota seperti di Brasil, adalah motivasi untuk memperbarui kebanggaan nasional dengan membangun ibu kota yang modern di abad ke-21.

Pembelajaran positif lainnya, kata Bambang, adalah meningkatkan kesatuan nasional dengan membuka lahan kosong di tengah-tengah Brasil. 

Pemindahan ibu kota Brasil dari Rio de Janeiro ke Brasilia, lanjutnya, juga tidak meremehkan risiko politik kebutuhan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan dalam 5 tahun mengakibatkan kompromi yang serius dari rencana awal.

Menurutnya, perhitungan yang realistis terhadap biaya menjadi kunci utama dimana land value di Brasilia naik lebih lambat dari yang diperkirakan, mengakibatkan pengeluaran pemerintah yang sangat besar untuk membangun kota baru.

Selanjutnya, merencanakan untuk penduduk dari semua lapisan masyarakat."Perencanaan telah disusun dengan baik, namun pelaksanaan yang tergesa-gesa mengakibatkan penjualan superblok tidak teratur dan berpihak kepada penawar tertinggi," ujar Bambang dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat", Rabu (10/7/2019) di Jakarta, dilansir dari laman kominfo.go.id.

Lalu menanamkan modal investasi pada infrastruktur nasional. Ia mengatakan, infrastruktur dapat memberikan dampak positif terhadap pemerataan pembangunan.

Menurut Kepala Bappenas, dalam hal pemindahan ibu kota, Indonesia bisa belajar dari Brasili yang memiliki beberapa kesamaan. Sebagai sesama negara anggota G-20, Brasil dan Indonesia dikenal sebagai memiliki PDB terbesar. Wilayah Indonesia dan Brazil juga masuk terbesar di dunia. (*)

Jurnalis :
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Loading...
Registration